unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Helm Murah Ber-SNI Tetap Aman, Ini yang Wajib Dicek Sebelum Beli
News

Helm Murah Ber-SNI Tetap Aman, Ini yang Wajib Dicek Sebelum Beli

Deretan helm murah ber-SNI di toko pinggir jalan
Helm Murah Ber-SNI Tetap Aman, Ini yang Wajib Dicek Sebelum Beli
A A Ukuran Teks16px

Helm kelas entry-level dengan harga Rp60.000 hingga Rp100.000-an masih menjadi pilihan banyak pengendara untuk kebutuhan harian.

Di toko pinggir jalan Jakarta Barat, produk di kisaran harga tersebut cepat berputar karena dianggap praktis.

Pedagang helm di kawasan Kembangan menyebut konsumen umumnya mencari perlindungan kepala yang sudah memenuhi standar tanpa biaya besar.

Keberadaan logo SNI menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih helm.

"Helm yang paling banyak dicari dan cepat keluar itu rata-rata di kisaran harga Rp 80.000 sampai Rp 100.000-an," ujar Ayub, pedagang helm di Kembangan.

Ayub menjelaskan pasar helm ekonomis tetap memiliki peminat karena menawarkan kombinasi harga dan fungsi dasar.

Konsumen di segmen ini lebih menitikberatkan pada produk yang dapat digunakan untuk aktivitas berkendara sehari-hari.

"Yang penting buat konsumen itu barangnya sudah ber-SNI, aman dipakai jalan, dan harganya masuk di kantong," tutur Ayub.

Pandangan serupa datang dari Bu Yusneni, pemilik toko helm lain di area Kembangan.

Ia melihat pembeli di toko ritel pinggir jalan memiliki harapan sederhana, yakni helm yang praktis, murah, dan memiliki tanda standar keselamatan.

"Masing-masing helm ada pasarnya, kalau di toko ritel pinggir jalan kaya kita, pembeli carinya yang praktis, murah, tapi jelas ada logo SNI-nya," kata Yusneni.

Logo SNI Bukan Satu-Satunya Hal yang Perlu Dicek

Meski sudah memiliki label SNI, pembeli tetap perlu melakukan pemeriksaan fisik sebelum membawa pulang helm murah.

Ahmad dari Komunitas Belajar Helm mengingatkan agar konsumen tidak hanya melihat tanda standar yang terpasang, tetapi juga memastikan kondisi komponen utama helm.

"Ketika membeli helm murah, hal pertama yang harus dicek adalah cangkangnya," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, cangkang luar menjadi bagian penting karena berfungsi sebagai lapisan awal perlindungan ketika kepala mengalami benturan keras.

Kekokohan material menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan saat inspeksi langsung di toko.

"Jika dirasa kokoh strukturnya, itu biasanya aman ketika terjadi benturan, keberadaan logo SNI juga menandakan produk tersebut sudah lolos standar," jelas Ahmad.

Selain cangkang, pemeriksaan tali pengunci atau chinstrap juga tidak boleh dilewatkan.

Bagian ini berperan menjaga posisi helm tetap berada di kepala ketika terjadi insiden di jalan.

"Pastikan bagian pengunci tali kuat dan tidak gampang lepas," tegas Ahmad.

Ahmad menyoroti bahwa pengunci tali yang rapuh dapat membuat helm terlepas saat sepeda motor mengalami kecelakaan.

Karena itu, calon pembeli disarankan mencoba dan memeriksa mekanisme pengunci sebelum melakukan transaksi.

"Bagian ini sangat vital buat keselamatan supaya helm tidak terlepas dari kepala saat terjadi kecelakaan," tambah Ahmad.

Pemeriksaan tidak berhenti pada bagian luar helm.

Kondisi busa interior dan dudukan kaca juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar fungsi perlindungan dan kenyamanan tetap bekerja dengan baik.

"Cek bagian padding inner helm, pastikan tidak ada yang gampang lepas," tutur Ahmad.

Bagian dalam helm yang rapi membantu memastikan perlengkapan tetap nyaman digunakan.

Setelah itu, pembeli juga perlu memastikan komponen kaca helm terpasang dengan baik.

"Dan pastikan bagian visor tidak mudah lepas dari dudukannya," pungkas Ahmad.

Membeli helm murah ber-SNI tetap dapat menjadi pilihan selama konsumen melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kekokohan cangkang, kekuatan pengunci tali, kondisi padding, dan ketepatan dudukan visor menjadi faktor penting untuk memastikan helm menjalankan fungsi perlindungan kepala saat berkendara.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru