unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Tiga Ronde PHK Xbox: Nasib Studio Game Microsoft Kian Tak Pasti
Hiburan

Tiga Ronde PHK Xbox: Nasib Studio Game Microsoft Kian Tak Pasti

Ilustrasi logo Xbox dan studio game Microsoft
A A Ukuran Teks16px

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri game global belum mereda. Divisi gaming Microsoft dikabarkan akan menjalani tiga gelombang pemangkasan karyawan lanjutan.

Langkah ini merupakan perpanjangan dari restrukturisasi besar yang telah memangkas ribuan posisi di berbagai studio pengembang.

Menurut laporan, gelombang PHK akan berlangsung bertahap pada Oktober, November, dan Januari mendatang. Namun, Microsoft belum mengumumkan secara resmi jumlah pasti pekerja yang terdampak.

Rangkaian Efisiensi dan Dampak bagi Studio

Sejak awal tahun anggaran, manajemen Xbox di bawah CEO Asha Sharma telah merencanakan pengurangan sekitar 3.200 posisi sepanjang tahun fiskal 2027.

Pada Juli lalu, tahap awal pemangkasan mengeksekusi 1.600 tenaga kerja secara serentak.

Tekanan berlanjut pada September dengan sekitar 260 karyawan terkena dampak pengurangan peran. Tiga gelombang efisiensi hingga awal tahun depan menegaskan bahwa manajemen belum selesai merapikan struktur internal.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian tinggi di kalangan pengembang game internal Microsoft. Sejak memegang kendali pada Februari 2026, Asha Sharma agresif mengevaluasi ulang seluruh lini bisnis Xbox.

Pendekatan baru memprioritaskan kinerja keuangan yang lebih sehat dan efisiensi eksekusi proyek. Dampaknya tidak hanya dirasakan staf internal, tetapi juga menentukan nasib sejumlah studio ternama.

Beberapa perubahan struktur kepemilikan studio mulai terealisasi. Double Fine dan Compulsion Games telah diizinkan memisahkan diri dan kembali menjadi entitas pengembang independen.

Sementara itu, nasib kurang beruntung mengintai Ninja Theory. Pengembang di balik seri Senua itu dikabarkan berada di ambang penutupan operasional akibat penyesuaian skala bisnis.

Arah kebijakan pengembangan game kini lebih difokuskan pada franchise utama dengan basis massa kuat.

Proyek game berbiaya produksi tinggi tanpa jaminan komersial jelas mulai dipangkas dari daftar prioritas ekosistem.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru