unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Penutupan BioWare Edmonton Berujung Batalnya Mass Effect
Hiburan

Penutupan BioWare Edmonton Berujung Batalnya Mass Effect

Ilustrasi penutupan studio BioWare oleh Electronic Arts
A A Ukuran Teks16px

Electronic Arts (EA) resmi menutup BioWare, studio legendaris pengembang Mass Effect dan Dragon Age yang berbasis di Edmonton, Kanada.

Penutupan itu diikuti pembatalan proyek game Mass Effect terbaru yang sudah dikembangkan selama beberapa tahun.

Kabar ini pertama kali diungkap jurnalis industri Jason Schreier berdasarkan memo internal manajemen EA kepada staf studio.

Langkah drastis tersebut merupakan buntut restrukturisasi besar-besaran di tubuh EA setelah proses privatisasi perusahaan selesai.

Gagal Penuhi Target Penjualan

Krisis di BioWare sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir akibat dinamika pengembangan game skala besar yang makin kompleks.

Puncaknya terjadi ketika Dragon Age: The Veilguard dilaporkan gagal memenuhi target penjualan komersial yang ditetapkan eksekutif EA.

Kegagalan itu memicu perampingan tenaga kerja masif di BioWare.

Tim pengembang yang semula berisi ratusan staf dipangkas bertahap hingga hanya menyisakan sekitar 100 orang.

Pembatalan proyek ini menunjukkan makin tingginya risiko finansial pengembangan game single-player RPG berbiaya tinggi di industri modern.

Proyek Mass Effect generasi baru pertama kali diumumkan pada 2020 dan sempat memicu antusiasme tinggi penggemar setia.

Namun, proses pengembangannya terus mengalami hambatan internal dan kekurangan sumber daya manusia.

Sebelum keputusan penutupan diambil, hanya sekitar 50 pengembang yang tersisa untuk menangani proyek Mass Effect tersebut.

Dalam surat internal, manajemen EA menyatakan tidak akan melanjutkan produksi game itu.

Langkah ini efektif mengakhiri perjalanan proyek yang sudah berjalan hampir enam tahun tanpa kepastian tanggal rilis.

Penutupan studio Edmonton meninggalkan tanda tanya besar terkait nasib hak cipta milik BioWare.

Hingga kini, EA belum memberikan pernyataan resmi apakah akan menjual lisensi Mass Effect dan Dragon Age ke penerbit lain atau membiarkan aset tersebut tersimpan tanpa kejelasan produksi.

Penutupan ini menjadi catatan kelam bagi industri game, mengingat BioWare dikenal sebagai pionir standar narasi mendalam dalam genre role-playing game (RPG).

Langkah tersebut juga mempertegas tren efisiensi ketat yang tengah membendung industri game AAA secara global.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru