Media Vietnam, VnExpress, menyoroti kebangkitan Como 1907 setelah klub Italia itu mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 di Liga Champions pada 21 Oktober 2026.
Laporan yang terbit Minggu, 25 Oktober 2026, mengulas perjalanan Como sejak diakuisisi keluarga Hartono pada 2019 hingga menjadi tim kompetitif di Eropa.
Dari Proyek Televisi ke Bisnis Sepak Bola
Saat keluarga Hartono mengambil alih kepemilikan, Como masih berkompetisi di divisi keempat Liga Italia.
Akuisisi dilakukan melalui Sent Entertainment, anak perusahaan Grup Djarum, dengan nilai yang dilaporkan mencapai 850.000 euro atau sekitar Rp 17 miliar.
Awalnya, proyek Como berkaitan dengan produksi tayangan televisi, bukan ambisi langsung meraih prestasi sepak bola.
Mirwan Suwarso, yang memiliki latar belakang periklanan, televisi, dan produksi film, ditunjuk menjalankan proyek tersebut.
"Awalnya kami membeli klub ini untuk sebuah stasiun televisi," ujar Mirwan Suwarso.
Saat itu, Suwarso menjalankan program Garuda Select di Indonesia yang mempertemukan pemain muda Indonesia dengan akademi Eropa.
Como direncanakan menjadi bagian program tersebut melalui pengiriman pemain Indonesia ke Italia dan pembuatan tayangan dokumenter.
Namun, aturan ketat pendaftaran pemain non-Uni Eropa membuat rencana awal itu tidak berjalan sesuai harapan.
Manajemen kemudian mengalihkan perhatian ke produksi acara mengenai seorang CEO asal Amerika yang baru ditunjuk di Como, tetapi pendapatannya belum mampu menutup biaya operasional klub.
"Jika kami ingin berkembang, itu harus menjadi bisnis," ujar Mirwan Suwarso.
Suwarso pindah ke London pada 2023 untuk mengambil alih langsung proyek Como.
Ia kemudian resmi menjabat sebagai ketua klub pada Oktober 2024, ketika Como sedang membangun pijakan untuk bersaing di Serie A.
Di balik perkembangan klub, kekuatan finansial keluarga Hartono menjadi salah satu faktor utama.
Grup Djarum memiliki kepentingan bisnis di berbagai sektor, termasuk perbankan, real estat, elektronik, dan perdagangan elektronik, sementara kepemilikan saham di Bank Central Asia menjadi salah satu aset penting keluarga tersebut.
Forbes mencatat kekayaan bersih gabungan keluarga Hartono mencapai 43,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 792 triliun, menjadikan mereka keluarga terkaya di Indonesia.
Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026 dalam usia 86 tahun, tetapi komitmen keluarga terhadap proyek Como tetap berlanjut.
Dukungan finansial tersebut memungkinkan Como meningkatkan belanja pemain secara signifikan.
La Gazzetta dello Sport mencatat klub menghabiskan sekitar 342 juta euro atau Rp 6 triliun untuk merekrut pemain sejak musim 2024/25 hingga Agustus 2026.
Dalam periode tersebut, hanya Juventus, AC Milan, dan Napoli yang mencatat belanja pemain lebih besar di Italia.
Pada bursa transfer musim panas 2026 saja, Como mengeluarkan 127 juta euro atau sekitar Rp 2,5 triliun untuk memperkuat skuad yang bersaing di Liga Champions.
Meski memperoleh dukungan modal besar, manajemen Como berupaya membangun sumber pendapatan yang tidak hanya bergantung pada pemilik.
Strategi yang dikembangkan menggabungkan sepak bola dengan pariwisata premium, memanfaatkan lokasi Stadion Giuseppe Sinigaglia yang berada di tepi Danau Como dan memiliki kapasitas 13.000 penonton.
Konsep tersebut mencakup pengembangan fesyen, hotel, restoran, pariwisata, dan penjualan produk klub.
Stadion juga dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan paket pertandingan yang dipadukan dengan tur perahu di danau, kunjungan kota, serta layanan premium.
The Times mencatat pendapatan penjualan suvenir dan produk resmi Como meningkat dari sekitar 53.000 euro per tahun menjadi lebih dari 10 juta euro pada tahun sebelumnya.
Untuk 2026, klub menargetkan pendapatan dari sektor tersebut mencapai 34 juta hingga 40 juta euro.
Strategi komersial itu berjalan seiring dengan peningkatan prestasi di lapangan.
Kemenangan 4-1 atas Manchester United pada 21 Oktober 2026 membawa Como ke pusat perhatian sepak bola Eropa, sekaligus menandai perubahan posisi klub yang tujuh tahun sebelumnya masih bermain di divisi keempat Liga Italia.