unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai Hari Ini, 2.938 Personel Dikerahkan dan Petugas Wajib Pakai Bodycam
News

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai Hari Ini, 2.938 Personel Dikerahkan dan Petugas Wajib Pakai Bodycam

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai Hari Ini, 2.938 Personel Dikerahkan dan Petugas Wajib Pakai Bodycam
Razia Angkot Tua Bogor: 39 Unit Terjaring, 34 Ditilang Petugas
A A Ukuran Teks16px

Operasi Patuh Jaya 2026 resmi dimulai hari ini, Senin, 26 Oktober 2026, dan akan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026. Polda Metro Jaya mengerahkan 2.938 personel gabungan dengan penegakan hukum yang selektif dan diawasi ketat, termasuk kewajiban penggunaan kamera tubuh bagi petugas.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Dadang Hartanto, menegaskan bahwa penindakan dalam Operasi Patuh Jaya harus dilakukan secara selektif dan terpantau. Petugas diwajibkan memakai kamera, termasuk bodycam, untuk mendukung akuntabilitas di lapangan. Petugas yang menyalahgunakan wewenang akan ditindak, dan masyarakat didorong melapor melalui kanal pengaduan kepolisian bila menemukan pelanggaran oleh aparat.

Operasi ini mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif. Penegakan hukum menjadi langkah terakhir, terutama bila pelanggaran membahayakan keselamatan pengguna jalan. "Penindakan adalah jalan terakhir jika pelanggaran membahayakan keselamatan," demikian penegasan Kapolda yang disampaikan dalam gelar pasukan operasi.

Empat Sasaran Utama di Jalan

Operasi Patuh Jaya menyasar pelanggaran kasat mata yang paling berpotensi menyebabkan kecelakaan. Empat sasaran utama yang disebut kepolisian adalah pengendara yang tidak memakai helm, melawan arus, menerobos lampu merah, dan melebihi batas kecepatan. Pelanggaran-pelanggaran itu selama ini menjadi penyumbang utama kecelakaan fatal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selain di Jakarta, Operasi Patuh 2026 juga digelar serentak di berbagai daerah dengan sandi lokal masing-masing. Di Sulawesi Tengah, misalnya, operasi ini dikenal dengan nama Operasi Patuh Tinombala. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri, personel gabungan disebar ke titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan di Jakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan penyangga.

Bagi pengendara, dua pekan ke depan adalah waktu yang tepat untuk memastikan kelengkapan berkendara: helm standar untuk pengendara dan penumpang motor, surat-surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu dan batas kecepatan. Penggunaan ponsel saat berkendara dan melawan arus juga termasuk pelanggaran yang diawasi dalam operasi ini.

Kepolisian mengingatkan, tujuan utama Operasi Patuh bukan sekadar menilang, melainkan menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas. Semakin patuh pengguna jalan, semakin kecil risiko kecelakaan yang merenggut nyawa di jalan raya.

Masyarakat yang menemukan petugas bertindak tidak sesuai prosedur dapat melaporkannya lewat kanal pengaduan resmi kepolisian. Sementara bagi yang terjaring razia, kooperatif dan mengikuti prosedur yang berlaku adalah sikap terbaik — sekaligus pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru