unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Cek Desil Bansos Lagi Ramai Dicari, Ini Cara Cek DTSEN dan Sanggah Bila Data Tak Sesuai
News

Cek Desil Bansos Lagi Ramai Dicari, Ini Cara Cek DTSEN dan Sanggah Bila Data Tak Sesuai

Cek Desil Bansos Lagi Ramai Dicari, Ini Cara Cek DTSEN dan Sanggah Bila Data Tak Sesuai
Dinsos Jawa Timur Buka Suara soal Desil Bansos Warga yang Melonjak
A A Ukuran Teks16px

Pencarian soal cara cek desil bansos melonjak pada Selasa, 27 Oktober 2026. Di balik lonjakan itu ada perubahan data yang membuat sebagian warga mendapati desilnya naik dan bantuan sosialnya terancam berhenti.

Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga dalam 10 kelompok, dari desil 1 untuk kelompok paling rentan hingga desil 10 untuk kelompok paling mampu. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memprioritaskan desil 1 sampai 4, kelompok 40 persen terbawah secara nasional. Desil 5 tergolong menengah bawah dan masih dimungkinkan diusulkan untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), sementara desil 6 sampai 10 umumnya tidak menerima bansos reguler.

Menurut pemberitaan Bisnis.com pada 26 Oktober 2026, perubahan desil yang ramai dibicarakan belakangan ini dikaitkan dengan masuknya sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum terverifikasi dan tervalidasi. Perubahan signifikan pada DTSEN Volume 3 kemudian dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga yang menghitung dan menetapkan desil.

Cara Cek Desil Bansos Lewat HP

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial, cekbansos.kemensos.go.id. Caranya: buka situs tersebut di peramban HP, masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, isi kode captcha yang tampil, lalu tekan tombol Cari Data. Hasilnya menampilkan status penerima, kelompok desil, dan jenis bantuan yang tercatat.

Alternatifnya, unduh aplikasi resmi Cek Bansos Kementerian Sosial dari Play Store atau App Store, buat akun atau masuk dengan data diri, lalu buka menu Cek Bansos dan masukkan NIK. Pastikan aplikasi yang dipakai benar-benar aplikasi resmi Kemensos agar data pribadi tetap aman.

Kenapa Desil Bisa Tiba-tiba Naik

Menurut BPS, desil dapat berubah karena kondisi sosial ekonomi keluarga berubah, dan karena posisi keluarga itu berubah relatif terhadap keluarga lain. Faktor yang diperhitungkan antara lain kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan pemakaian listrik, struktur keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan perubahan posisi desil tidak selalu berarti penghasilan keluarga naik; hal itu bisa terjadi semata karena penyesuaian proporsi data kesejahteraan nasional. Ia juga menegaskan perubahan desil tidak otomatis dan seketika menghapus seseorang dari daftar penerima bansos, karena konsolidasi dan pemutakhiran data masih berjalan. Data penerima sendiri diperbarui berkala: setiap satu bulan untuk PBI BPJS Kesehatan, dan setiap tiga bulan untuk PKH dan BPNT.

Cara Sanggah Bila Data Tak Sesuai

Bila desil yang tampil dirasa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, warga dapat mengajukan usul sanggah secara daring melalui aplikasi Cek Bansos: buat akun atau masuk, pilih fitur Usul Sanggah, lengkapi data yang diminta dan unggah dokumen pendukung bila diminta, seperti foto Kartu Keluarga atau foto rumah, lalu tekan Submit. Kanal lain yang tersedia adalah call center 171 dan WhatsApp Center 08877-171-171.

Secara luring, warga dapat datang ke kantor desa, kecamatan, atau Dinas Sosial dengan membawa dokumen kependudukan, menjelaskan ketidaksesuaian desil dengan kondisi ekonomi sebenarnya, lalu menunggu petugas mengusulkan data dalam musyawarah desa atau kelurahan. Setelah itu, data menunggu verifikasi dan penghitungan ulang oleh BPS hingga diperbarui, dan perkembangan sanggahan dapat dipantau melalui situs resmi Cek Bansos.

Perlu dipahami, pengajuan sanggahan tidak menjamin bansos langsung kembali cair. Selama menunggu, warga sebaiknya hanya merujuk pada kanal resmi Kemensos, BPS, dan Dinas Sosial, bukan pada tautan atau akun yang mengatasnamakan program bansos di media sosial.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru