PT Link Net Tbk (Linknet, kode emiten LINK) mengubah susunan Dewan Komisaris dan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Senin (26/10).
Keputusan itu diambil untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung pelaksanaan strategi bisnis Linknet.
Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Vivek Sood dari jabatan Presiden Komisaris dan Yosafat Hutagalung sebagai Direktur.
Mereka juga menyetujui pengangkatan pengurus baru untuk melanjutkan kepemimpinan serta mendukung transformasi perusahaan.
Presiden Direktur PT Link Net Tbk, Kanishka Wickrama, menyampaikan apresiasi kepada kedua pengurus yang mengundurkan diri.
Ia juga menjelaskan tujuan perubahan kepemimpinan tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Bapak Vivek Sood dan Bapak Yosafat Hutagalung selama masa jabatan masing-masing di Linknet," ujar Kanishka Wickrama dalam keterangannya pada Selasa (27/10/2026).
Linknet juga menyambut baik perubahan susunan pengurus yang telah disetujui pemegang saham.
Harapannya, perubahan tersebut dapat semakin memperkuat kolaborasi dalam mengawal arah strategis yang telah ditentukan Linknet.
Selain itu, perubahan ini diharapkan mendukung pelaksanaan berbagai inisiatif bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Susunan Baru Komisaris dan Direksi
Berdasarkan keputusan RUPSLB, Nik Rizal Kamil Nik Ibrahim Kamil menjabat Presiden Komisaris.
Posisi Komisaris diisi Thomas Hundt dan Komathi Balakrishnan, sedangkan Alexander S. Rusli dan Thandalam Veeravalli Thirumala Chari menjabat Komisaris Independen.
Untuk jajaran direksi, Kanishka Gayan Wickrama menjabat Presiden Direktur.
Sementara itu, Krishna R. Worotikan, Eric Satya Arianto, dan Pricillia Margareth ditetapkan sebagai Direktur.
Selain perubahan pengurus, Linknet mengembangkan ServeCo as a Service sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mengoptimalkan infrastruktur jaringan dan kemampuan operasional.
Perusahaan menargetkan pemanfaatan aset yang lebih luas serta peluang kolaborasi yang lebih fleksibel dengan mitra strategis.
Kanishka menjelaskan bahwa inisiatif tersebut dirancang untuk meningkatkan penggunaan infrastruktur dan memperluas peluang pengembangan usaha.
Pendekatan itu juga ditujukan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konektivitas dan layanan digital.
"Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan Linknet adalah ServeCo as a Service, yang merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan utilisasi infrastruktur jaringan dan kapabilitas operasional Linknet melalui model kolaborasi yang lebih fleksibel dengan berbagai mitra," ujar Kanishka Wickrama.
ServeCo as a Service diharapkan dapat mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperluas pemanfaatan aset perusahaan.
Linknet menyatakan inisiatif ini diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
"Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan aset, membuka peluang pertumbuhan dan pengembangan bisnis, serta memperkuat kemampuan Linknet dalam merespons kebutuhan konektivitas dan layanan digital yang terus berkembang," ujar Kanishka Wickrama.
Melalui inisiatif tersebut, Linknet berharap dapat menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Linknet menyatakan akan terus mencermati dinamika industri infrastruktur digital dan perubahan kebutuhan pasar sebagai pertimbangan dalam menentukan langkah bisnis berikutnya.