unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Jaga Perhatian Emosional untuk Saudara Kandung Anak Cerebral Palsy
News

Jaga Perhatian Emosional untuk Saudara Kandung Anak Cerebral Palsy

Ilustrasi orangtua memberikan perhatian kepada anak dengan cerebral palsy dan saudara kandungnya
Jaga Perhatian Emosional untuk Saudara Kandung Anak Cerebral Palsy
A A Ukuran Teks16px

Perawatan anak dengan cerebral palsy sering menyita waktu dan energi orangtua. Namun, kebutuhan emosional saudara kandungnya tetap perlu diperhatikan.

Psikolog anak Gloria Siagian, M. Psi.

, Psikolog, menekankan pentingnya kehadiran fisik dan emosional orangtua agar anak lainnya tidak merasa tersisih dari keluarga.

Gloria menyampaikan hal tersebut kepada Kompas. com di TerasKota, Kota Tangerang Selatan, Minggu (25/10/2026).

Menurut dia, orangtua perlu menjaga keterlibatan dalam berbagai peristiwa penting yang dialami setiap anak.

Meskipun perhatian keluarga juga terserap untuk terapi fisik, pemberian obat, dan pemantauan kondisi medis anak dengan cerebral palsy.

Saudara kandung yang masih berusia dini belum tentu memahami kondisi medis tersebut. Akibatnya, mereka dapat merasa cemburu atau menganggap orangtua lebih memprioritaskan saudara yang membutuhkan perawatan khusus.

Pentingnya Kehadiran dalam Momen Besar

Gloria menekankan pentingnya kehadiran orangtua dalam pengalaman penting anak, baik saat mengikuti perlombaan maupun menjalani hari pertama sekolah dan kelulusan.

"Orangtua harus tetap hadir untuk hal-hal besar yang dialami anaknya," ujar Gloria Siagian, psikolog anak.

Menurut Gloria, pembagian waktu dan perhatian secara adil membantu anak merasa tetap menjadi bagian penting dalam keluarga.

Orangtua juga perlu memperhatikan pencapaian sederhana, seperti ketika anak berhasil merapikan kamarnya sendiri.

"Tujuannya agar anak tidak merasa bahwa fokus utama orangtua hanya kakak atau adik yang mengalami cerebral palsy, sementara dirinya harus berjuang sendiri," tutur Gloria Siagian, psikolog anak.

Selain hadir dalam momen penting, orangtua dapat menjadwalkan waktu khusus bersama anak yang sehat secara bergantian.

Cara ini memungkinkan kebutuhan perawatan medis tetap terpenuhi sekaligus memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara dan berbagi pengalaman pribadi tanpa gangguan.

Gloria menjelaskan bahwa perhatian individual dapat membantu anak merasa dihargai dan perlahan memahami tantangan yang dihadapi orangtuanya.

Pengalaman tersebut juga dapat mendukung tumbuhnya empati terhadap saudara yang hidup dengan cerebral palsy.

"Jika kita memiliki cukup waktu khusus bersama saudara kandung yang sehat, hal itu dapat membangun pemahaman yang baik sehingga mereka mampu berempati terhadap kondisi saudaranya yang mengalami cerebral palsy," papar Gloria Siagian, psikolog anak.

Pelibatan saudara kandung dalam rutinitas perawatan juga dapat membantu mereka mengenal kondisi disabilitas secara langsung.

Namun, Gloria mengingatkan bahwa keterlibatan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan anak dan tidak boleh berubah menjadi pelimpahan tanggung jawab pengasuhan.

"Libatkan anak dalam proses merawat saudara yang mengalami cerebral palsy, bukan untuk menjadikannya asisten, melainkan untuk membangun kesadaran dan empati," kata Gloria Siagian, psikolog anak.

Gloria juga mengingatkan bahwa penerimaan terhadap kondisi disabilitas tidak dapat disamakan antara anak dan orangtua.

Jika saudara kandung yang mulai beranjak dewasa menunjukkan penolakan emosional, konseling psikologis dapat menjadi sarana untuk membantu mereka memahami situasi keluarga.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru