Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Fatih Waluyo Wahid atau yang akrab disapa Gus Firry, Direktur Human Capital dan Umum BPJS Kesehatan, meninggal dunia pada 1 November 2026 di usia 45 tahun. Banyak yang penasaran siapa istri dan anak yang ditinggalkannya.
Kabar wafatnya Gus Firry disampaikan Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Tarakan Jakarta setelah sakit. Namun, jenis penyakit yang dideritanya tidak dijelaskan lebih rinci. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga NU.
Istri dan Anak Gus Firry
Menurut keterangan yang beredar, Gus Firry meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Semasa hidup, istri dan anak-anaknya disebut senantiasa mendampingi serta mendukung kiprahnya. Perlu dicatat, nama istri maupun ketiga anak almarhum tidak disebutkan dalam kabar yang beredar, sehingga identitas mereka tidak dapat dituliskan secara pasti.
Karier di BPJS Kesehatan dan DPR RI
Sebelum wafat, Gus Firry menjabat Direktur Human Capital dan Umum BPJS Kesehatan. Ia dikenal sebagai profesional di bidang kebijakan publik, tata kelola kesehatan, dan manajemen organisasi. Sebelumnya, ia duduk sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur X yang meliputi Lamongan dan Gresik.
Jejak Panjang di PKB dan Organisasi NU
Di PKB, perjalanan kariernya terbilang panjang. Ia pernah menjadi Ketua Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPP PKB bidang Pengembangan SDM, Ketua DPW PKB Jawa Timur, hingga Ketua Garda Bangsa Jatim. Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum IKA PMII, pengurus PP Muslimat NU, Ketua IKAPTK Jatim, serta dewan pengawas Syariah NU Jatim, di samping pernah menjadi direktur di beberapa perusahaan.
Keturunan Ulama Besar
Gus Firry merupakan putra KH Umar Wahid, adik dari Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Itu berarti ia adalah keponakan Gus Dur, sekaligus keturunan KH Wahid Hasyim dan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ia merupakan alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan lulusan S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Indonesia.
Selain berkarier di politik dan birokrasi, almarhum juga mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia, Universitas Trilogi, dan Universitas Budi Luhur. Ia aktif menggelar kegiatan sosial dan keagamaan di Lamongan serta Gresik. Selamat jalan, Gus Firry.
