unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Digagalkan di Bakauheni, Diburu sampai Medan: Kisah 9.800 Lembar Uang Palsu Pesanan Jakarta dan Eks Cabup di Belakangnya
News

Digagalkan di Bakauheni, Diburu sampai Medan: Kisah 9.800 Lembar Uang Palsu Pesanan Jakarta dan Eks Cabup di Belakangnya

Digagalkan di Bakauheni, Diburu sampai Medan: Kisah 9.800 Lembar Uang Palsu Pesanan Jakarta dan Eks Cabup di Belakangnya
Pelabuhan Bakauheni, Lampung. (8mediatech)
A A Ukuran Teks16px

Semua berawal dari sebuah bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Kamis malam, 8 Oktober 2026. Di dalamnya, petugas menemukan kardus-kardus minuman mineral yang isinya bukan minuman: 9.800 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, senilai Rp980 juta. Kurirnya, Azizir Wicaksono (24), langsung diamankan.

Ujungnya: Eks Calon Bupati di Medan

Pengembangan kasus oleh Subdit Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung mengarah ke Medan. Di sana, Selasa (27/10/2026) pukul 14.47 WIB, Sudiono alias Praka (58) ditangkap saat berada di tempat pangkas rambut. Menurut Kasubdit Fismondev Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage, Sudiono adalah pemasok sekaligus pengendali — ia yang memerintahkan Azizir menyimpan dan membawa uang palsu itu ke Jakarta, mengikuti pesanan seseorang yang sampai sekarang masih dalam pengejaran.

Sudiono bukan nama baru di dunia politik lokal: ia pernah bertarung di Pilkada Deli Serdang 2013 melalui jalur perseorangan, berpasangan dengan Haris Binsar Ginting.

Untuk Demo, dan Bukan Kali Pertama

Berdasarkan pengakuannya yang disampaikan polisi, uang palsu Rp980 juta itu disiapkan untuk membiayai demonstrasi di Jakarta pada Oktober lalu, namun digagalkan sebelum beredar. Pemeriksaan juga mengungkap dugaan pengiriman sebelumnya pada 2025 senilai Rp500 juta. Kini Sudiono ditahan di Mapolda Lampung, dijerat Pasal 374 dan/atau Pasal 375 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP — ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak kategori VII.

Dua sosok masih dicari polisi: pencetak uang palsu itu dan pemesannya di Jakarta. Identitas keduanya, begitu pula isu dan penyelenggara demonstrasi yang hendak dibiayai, belum diungkap dalam keterangan polisi sejauh ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru