Dampaknya langsung dirasakan oleh sektor pelayaran internasional.

Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, mengumumkan penghentian sementara rute kapal melalui Selat Hormuz, sementara premi asuransi risiko perang meningkat tajam.

Lalu lintas kapal tanker pun mulai melambat meskipun belum ada blokade resmi di kawasan tersebut.

Konflik yang dipandang sebagai perjuangan besar

Bagi Iran, kematian Ayatollah Ali Khamenei dipandang sebagai perubahan besar dalam dinamika konflik.

Jika konflik sebelumnya dianggap terbatas, situasi saat ini dipandang sebagai perjuangan yang berkaitan langsung dengan kelangsungan negara.


Iran juga memberi sinyal bahwa konflik tidak hanya melibatkan serangan langsung, tetapi juga dapat melibatkan kelompok sekutu di kawasan.

Kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman disebut berpotensi ikut berperan dalam dinamika konflik yang lebih luas.

Sementara itu, penempatan pasukan Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah juga menciptakan dilema strategis.

Di satu sisi langkah tersebut memperkuat pertahanan regional, tetapi di sisi lain konsentrasi pasukan juga memperbesar jumlah target potensial bagi serangan Iran.