Link Video Bos dan Karyawati Dea Store Meulaboh Digiring Polisi Syariah Aceh Viral di Media Sosial
Video--
Perbincangan mengenai insiden di Dea Store Meulaboh kembali memanas setelah beredar video baru yang menunjukkan pemilik toko dan seorang karyawati digiring oleh petugas Wilayatul Hisbah (WH) Aceh.
Video tersebut beredar luas di media sosial beberapa hari setelah rekaman sebelumnya yang memperlihatkan karyawati toko diarak warga pada Jumat dini hari, 27 Februari 2026.
Dalam rekaman terbaru itu, terlihat seorang pria yang diduga pemilik toko berjalan bersama petugas WH pria. Ia mengenakan peci hitam, kaos putih, dan sarung.
Pria paruh baya tersebut tampak digandeng oleh aparat saat berjalan menuju lokasi yang diduga merupakan kantor Wilayatul Hisbah untuk menjalani pemeriksaan.
Karyawati Juga Dibawa Petugas WH
Beberapa meter di belakang pria tersebut, tampak seorang perempuan yang diduga karyawati toko berjalan bersama petugas WH perempuan.
Perempuan itu mengenakan pakaian merah maroon yang sama seperti saat dirinya terlihat dalam video sebelumnya ketika digiring warga.
Dalam rekaman tersebut, bagian bawah tubuhnya juga terlihat menggunakan sarung.
Keduanya diduga dibawa menuju kantor Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat untuk dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan.
Video Baru Picu Kebingungan Warganet
Kemunculan video tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan warganet.
Sebelumnya, Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan, sempat menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama dengan kejadian.
Ia juga membantah tuduhan terjadinya perbuatan asusila dalam peristiwa penggerebekan tersebut.
Menurut keterangannya, saat penggerebekan berlangsung terdapat lima orang di dalam toko, tiga di antaranya merupakan anggota keluarga.
Proses Pemeriksaan Masih Berlangsung
Meski sempat disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, video terbaru yang memperlihatkan keterlibatan petugas Wilayatul Hisbah menandakan proses pemeriksaan masih berjalan.
Kehadiran aparat penegak syariat tersebut menunjukkan bahwa peristiwa yang terjadi di konter ponsel tersebut tetap ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Wilayatul Hisbah Aceh Barat maupun dari perwakilan Dea Store terkait perkembangan terbaru kasus tersebut.
Publik masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai status kedua pihak yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial.