Kontribusi investasi terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 31-32 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya yang berkisar 27-28 persen.
Menurut Rosan, konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi, sementara investasi menjadi kontributor terbesar kedua.
Target investasi nasional pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Target tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Realisasi investasi tersebut sekaligus menyerap 706.569 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan bahwa investasi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.
Bhima menekankan bahwa aspek kepercayaan menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi, terutama di tengah sorotan pelaku usaha global terhadap kepastian regulasi.
>>> Klasemen Liga Inggris: Liverpool Tergusur dari Empat Besar, MU Kokoh di Peringkat Ketiga
Ia mendorong perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum sebagai langkah strategis.