Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mendorong pemerintah memprioritaskan investasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.
Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan serapan tenaga kerja di tengah pencapaian target investasi nasional.
>>> Rupiah Melemah, Pertemuan Xi-Trump Tak Bahas Iran
Bhima menyampaikan hal tersebut saat dihubungi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengejar besaran nominal investasi, tetapi juga harus memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja secara optimal.
Ia mendorong agar setiap Rp1 triliun investasi idealnya mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja secara langsung.
Oleh karena itu, investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan harus menjadi fokus utama.
“Idealnya bisa mencapai 1:4.500 atau setiap Rp1 triliun investasi langsung mampu menyerap 4.500 orang tenaga kerja.
Investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan yang harus jadi prioritas,” kata Bhima.
Pentingnya Kepercayaan Investor
Selain fokus pada sektor padat karya, Bhima juga menyoroti pentingnya pemulihan dan penguatan kepercayaan investor. Menurutnya, perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum menjadi faktor krusial.
Aspek kepercayaan, kata Bhima, sangat penting untuk menjaga minat investasi, terutama di tengah sorotan pelaku usaha global terhadap kepastian regulasi di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa investasi merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
>>> Harga Emas Antam Senin Pagi Turun Rp5.000 Jadi Rp2,764 Juta per Gram
Hal ini disampaikan dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Rosan menjelaskan bahwa investasi berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I 2026.