unique visitors counter
⌂ Beranda News Bayi Pengembala Pandeglang dengan Kelainan Usus Butuh Donatur

Bayi Pengembala Pandeglang dengan Kelainan Usus Butuh Donatur

Bayi Pengembala Pandeglang dengan Kelainan Usus Butuh Donatur
Bayi Muhamad Farhan Al Baihakki dengan kelainan usus
A A Ukuran Teks16px

Muhamad Farhan Al Baihakki, bayi berusia dua bulan asal Kampung Situgaru, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, membutuhkan uluran tangan donatur.

Ia lahir dengan kelainan usus yang keluar dari perut, atau dalam istilah medis disebut gastroschisis dan omfalokel.

>>> Pameran China-Rusia ke-10 di Harbin Dibuka untuk Umum

IN2

Sohani (40), ayah Farhan, sehari-hari bekerja sebagai buruh penggembala kambing milik tetangga.

Penghasilannya tidak menentu dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi biaya pengobatan dan operasi sang buah hati.

"Kami merasa bingung untuk biaya menjalani operasi, karena tak memiliki uang," kata Sohani di Pandeglang, Minggu (17/5).

in2

Ia mengaku hanya bisa berdoa dan berusaha, namun tanpa bantuan orang-orang baik, sulit untuk melanjutkan pengobatan Farhan.

Farhan merupakan anak ketiga Sohani. Kelainan yang dideritanya membutuhkan penanganan medis intensif dan operasi secepatnya.

>>> Tren Wisata Edukasi Saat Libur Sekolah Makin Diminati Keluarga

"Kami khawatir anaknya yang ketiga ini dalam bahaya jika tidak dilakukan penanganan medis," ujarnya.

Biaya pengobatan dan operasi yang tinggi menjadi beban berat bagi keluarga yang secara ekonomi sangat terbatas. Sohani tak menyangka anak laki-lakinya lahir dalam kondisi tidak sempurna.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui kontak langsung keluarga. Informasi lebih lanjut atau koordinasi bantuan dapat menghubungi orang tua kandung Farhan di nomor 0838-7574-1532.

Ia tak mengira kelahiran anak laki-laki itu dalam keadaan tidak sempurna.

>>> PalmCo Sediakan Rumah Baca dan Bantuan Buku untuk Dukung Akses Pendidikan

Sohani mengatakan pengobatan dan operasi anaknya itu sangat tinggi dan menjadi beban berat bagi keluarga yang secara ekonomi sangat terbatas.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru