Pendekatan itu bertujuan agar hambatan utama, terutama pada sektor strategis, bisa benar-benar teratasi.
Pemerintah juga diminta memastikan koordinasi pusat dan daerah dapat diperbaiki.
Pasalnya, banyak hambatan investasi justru muncul di level daerah melalui perizinan, retribusi, dan interpretasi aturan teknis yang berbeda-beda.
“Kalau reformasi hanya kuat di pusat tetapi tidak turun ke daerah, dampaknya akan parsial,” katanya.
Terakhir, Yusuf menyatakan reformasi regulasi tidak bisa berdiri sendiri. Investor juga melihat konsistensi kebijakan fiskal, kepastian hukum, kualitas birokrasi, stabilitas politik, dan komunikasi pemerintah.
“Deregulasi bisa menjadi pintu masuk yang baik, tetapi efeknya akan jauh lebih kuat kalau berjalan bersamaan dengan reformasi kelembagaan lainnya,” tuturnya.
Menurut Yusuf, pendekatan deregulasi perlu berbasis problem nyata yang dihadapi pelaku usaha agar hambatan utama, terutama pada sektor strategis, bisa benar-benar teratasi.
>>> Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi pusat dan daerah, karena banyak hambatan investasi muncul di level daerah melalui perizinan, retribusi, dan interpretasi aturan teknis yang berbeda-beda.
