Seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah telah menyelenggarakan program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan program Speling berjalan sesuai target. Program ini akan terus diperkuat untuk mencapai sasaran pelayanan pada 2026.
Fokus layanan saat ini meliputi deteksi dini kanker mulut rahim, tuberkulosis, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, balita, serta layanan kesehatan preventif lainnya.
“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” ujarnya.
Pendeteksian tuberkulosis terus digencarkan karena semakin cepat ditemukan dan diobati, semakin cepat rantai penularannya dapat diputus.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menambahkan program Speling sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerahnya.
Program ini mampu menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan, termasuk desa-desa pelosok.
Program Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.
Hingga 17 Mei 2026, capaian CKG di Jawa Tengah telah menjangkau 8.810.798 orang atau 22,91 persen dari total penduduk provinsi tersebut.
>>> Celios: Risiko PHK di Industri Harus Diantisipasi Imbas Pelemahan Rupiah
Seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah telah menyelenggarakan program itu.
