Selama fase Armuzna, jamaah Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa Nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah.
Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Zulhijah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap terdistribusi ke hotel-hotel jamaah Indonesia pada 6 Zulhijah 1447 H atau 23 Mei 2026.
Distribusi dilakukan sebelum pergerakan jamaah menuju Armuzna dimulai.
"Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi.
Kami memastikan makanan yang diterima jamaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jamaah selama fase puncak haji," kata Maria.
Kemenhaj mengimbau jamaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.
Maria menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi untuk memastikan makanan yang diterima jamaah layak, higienis, dan aman dikonsumsi.
>>> Kemenhaj Optimalkan Perlindungan Jamaah Lansia saat Puncak Haji
Kemenhaj juga berkoordinasi intensif dengan pihak terkait agar distribusi makanan siap santap berjalan lancar tepat waktu.