Kelompok kesejahteraan hewan mengajukan gugatan ke pengadilan Afrika Selatan terkait kondisi tiga gajah di Kebun Binatang Johannesburg.
Mereka menyatakan gajah-gajah tersebut mengalami depresi dan perlu dipindahkan ke taman konservasi yang lebih besar.
>>> Merkel Dorong Uni Eropa Terus Regulasi Media Sosial dan AI
Kasus ini akan meminta pengadilan memutuskan apakah negara memenuhi kewajiban hukumnya terhadap kesejahteraan hewan.
David Bilchitz, anggota dewan Animal Law Reform South Africa, mengatakan para ahli akan menunjukkan bahwa gajah-gajah itu tidak bahagia.
Argumen Kesejahteraan
Bilchitz menjelaskan bahwa gajah memiliki struktur sosial yang kompleks serta kebutuhan fisik dan mental khusus.
Di alam liar, mereka hidup dalam kawanan 20-50 ekor dan berkeliaran di area luas.
Tiga gajah bernama Lammie, Ramadiba, dan Mopane tinggal di kandang tidak lebih besar dari lapangan sepak bola.
Mereka kekurangan stimulasi seperti pohon untuk mencari makan dan kolam lumpur untuk mandi.
“Mereka sedih, depresi, dan frustrasi,” kata Bilchitz. “Mereka lesu dan hanya berdiri di sekitar.”
Ia menambahkan bahwa gajah-gajah itu menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis seperti berdiri sambil bergoyang dan perilaku kompulsif berulang.
Kelompok penggugat merujuk pada bagian Konstitusi Afrika Selatan yang mewajibkan pihak berwenang merawat hewan.
>>> Billie Jean King Raih Gelar Sarjana di Usia 82 Tahun
Pembelaan Kebun Binatang
Kebun Binatang Johannesburg yang dimiliki publik membela pengelolaan gajah-gajah tersebut.
Dalam pernyataan, mereka menyebut telah terjadi “serbuan media” atas kondisi gajah dan menegaskan hewan-hewan itu sehat serta populer di kalangan staf dan pengunjung.
Mereka juga mengatakan relokasi gajah dari kebun binatang ke suaka semi-liar tidak selalu berhasil.
Preseden Kasus
Pada tahun 2024, seekor gajah jantan tua bernama Charley dipindahkan dari kebun binatang lain di Afrika Selatan ke cagar alam.
Ia kehilangan teman gajahnya di kebun binatang dan para ahli hewan percaya ia kesepian.
Kebun binatang setuju Charley dipindahkan ke cagar alam untuk pensiun setelah puluhan tahun di penangkaran, termasuk sekitar 16 tahun di sirkus.
Bilchitz menekankan bahwa gajah memiliki struktur sosial yang sangat kompleks dan kebutuhan fisik serta mental yang spesifik.
Di alam liar, mereka hidup dalam kawanan yang terdiri dari 20 hingga 50 ekor dan berkeliaran di area yang luas.
>>> Sistem Penyaluran Bansos Masih Hadapi Masalah Data dan Akurasi
Namun, ketiga gajah di kebun binatang tersebut hidup di kandang yang tidak lebih besar dari lapangan sepak bola, tanpa stimulasi yang memadai seperti pohon untuk mencari makan dan kolam lumpur untuk mandi.