Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan Uni Eropa untuk terus melanjutkan regulasi media sosial dan kecerdasan buatan (AI).
Ia menyebut fondasi demokrasi sedang dipertaruhkan.
>>> Billie Jean King Raih Gelar Sarjana di Usia 82 Tahun
Pernyataan itu disampaikan Merkel saat menerima penghargaan European Order of Merit di Parlemen Eropa, Strasbourg, Selasa (19/5/2026).
Dalam pidatonya, ia mendesak blok tersebut memenuhi janji kepada warganya tentang perdamaian, kemakmuran, dan nilai demokrasi.
"Teruslah di jalur pengaturan media sosial," ujarnya. "Teruslah di jalur pengaturan kecerdasan buatan."
Merkel memperingatkan bahwa menganggap penyebaran informasi tidak perlu lagi diatur akan merusak demokrasi. Ia menekankan bahwa tidak bertanggung jawab atas kebohongan dapat menggerogoti sendi-sendi demokrasi.
Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara memiliki aturan digital paling ketat di dunia. Saat ini mereka sedang mempertimbangkan larangan media sosial bagi anak di bawah usia tertentu.
Merkel adalah salah satu dari 20 penerima European Order of Merit yang baru dibentuk.
Penghargaan ini diberikan pada Maret untuk mengakui kontribusi signifikan terhadap integrasi Eropa, persatuan, demokrasi, dan nilai-nilai.
Sebanyak 13 penerima hadir dalam upacara penghargaan di Strasbourg. Mereka termasuk mantan pemimpin Polandia Lech Walesa dan Presiden Moldova Maia Sandu.
Pidato Sandu sempat diinterupsi oleh seorang pengunjung yang berteriak "diktator". Namun, ia mendapat tepuk tangan meriah sebagai dukungan.
"Penghargaan ini milik rakyat Moldova," kata Sandu. "Memilih Eropa lagi dan lagi di tengah ancaman dan pemerasan Rusia — itulah jasa."
>>> Fortnite Kembali ke App Store Global, Epic Yakin Menang Lawan Apple
Ia meminta Uni Eropa dan negara anggotanya untuk menghargai jasa tersebut. Sandu mendorong Moldova maju dalam perjalanan Eropanya.