Kenyataannya adalah hunian mewah bagi segelintir penduduk kaya, sementara mereka yang terusir semakin terpinggirkan di tempat yang dulu mereka sebut rumah.
Komentar ini pasti menyentuh hati mereka yang berjuang membeli rumah di Seoul sementara pengembang properti memamerkan pembangunan apartemen mewah.
Cho secara terbuka berbicara tentang keyakinannya menulis untuk dan tentang kaum terpinggirkan, serta tentang retakan, ketidaksempurnaan, dan penyimpangan dari normalitas yang mudah diabaikan dan dilupakan.
Dari perspektif ini, "Teddy Bears Never Die" adalah Cho Yeeun klasik: dua remaja yang tidak cocok berjuang menghadapi dunia yang tidak berperasaan, di mana kegelapan sejati bukan terletak pada kekuatan supernatural, melainkan pada kedalaman keserakahan manusia.
Peluncuran buku untuk "Shift" dan "Teddy Bears Never Die" akan diadakan Sabtu di Youngpoong Bookstore Cabang Utama Jongno, di salon buku dan bir.
Cho Yeeun akan hadir untuk mendiskusikan dua karya terjemahan barunya dan menandatangani kopi.
Acara ini diselenggarakan bersama oleh Youngpoong Bookstore, Hachette Book Group, Honford Star, Seoul Silent Book Club, dan dbBOOKS.
Tiket masuk gratis; periksa @dbbooks. co.
kr di Instagram untuk informasi detail.
"Teddy Bears Never Die" dapat dibeli secara online dari dbBOOKS. co.
>>> Efek Makan Mi Instan Sebelum Tidur, Begini Kata Ahli
kr.