Penulis fantasi Korea Selatan, Lee Young-do, gagal meraih Grand Prix de l'Imaginaire, salah satu penghargaan fiksi spekulatif paling bergengsi di Prancis.
Meski demikian, nominasinya menandai pencapaian penting bagi sastra genre Korea di panggung dunia.
>>> Korea Dorong Ekspor Buku ke Asia Tenggara Seiring Lonjakan Permintaan
Novel epik fantasi Lee berjudul The Bird That Drinks Tears masuk dalam daftar pendek enam finalis kategori novel asing.
Pemenang diumumkan pada Senin di La Comedie du Livre, sebuah acara sastra besar tahunan di Prancis.
Penghargaan kategori novel asing dimenangkan oleh novelis Perancis-Armenia-Australia Alex Landragin dengan karyanya Crossings.
Grand Prix de l'Imaginaire diberikan oleh juri yang terdiri dari kritikus, penulis, dan jurnalis. Penghargaan ini dianggap sebagai penghargaan tertinggi Prancis dalam bidang sastra fiksi ilmiah dan fantasi.
Seri empat volume yang pertama kali diterbitkan di Korea pada tahun 2003 ini telah terjual lebih dari satu juta kopi di dalam negeri.
Novel ini dipuji karena membangun dunia imajinatif yang kaya dan berbeda dari tradisi fantasi abad pertengahan Barat, dengan memasukkan elemen khas Korea seperti dokkaebi (goblin), ssireum (gulat tradisional), yutnori (permainan papan), dan ondol (pemanas lantai).
Kehadiran internasional karya ini semakin meningkat.
>>> Busan Luncurkan Dorongan Wisata Kota Terkait Konser BTS
Terjemahan bahasa Prancis yang dirilis pada Oktober tahun lalu terjual lebih dari 20.000 kopi dalam enam bulan, menurut penerbit Korea Golden Bough.
Sampul buku tersebut memperkenalkan Lee sebagai “Tolkien Korea, akhirnya diterjemahkan,” yang menunjukkan ambisi dan daya tariknya bagi pembaca fantasi global.
Terjemahan sedang berlangsung atau telah selesai dalam 17 bahasa di lebih dari 30 negara, termasuk Jerman, Italia, Spanyol, Republik Ceko, dan Ukraina.
Edisi bahasa Inggris pertama, yang diterjemahkan oleh Anton Hur, akan dirilis di Amerika Serikat dan Inggris pada bulan Juni.
Alam semesta fiksi Lee juga akan menjangkau para gamer.
Adaptasi permainan peran dari The Bird That Drinks Tears saat ini sedang dikembangkan di studio Montreal milik Krafton, namun tanggal rilis resmi belum diumumkan.
Novel ini telah memantapkan statusnya sebagai tonggak sejarah dalam fiksi fantasi Korea.
>>> Busan Gelar Program Wisata Kota Sambut Konser BTS
Karya Lee juga menarik perhatian global yang semakin besar, dengan terjemahan yang sedang berlangsung atau telah selesai dalam 17 bahasa di lebih dari 30 negara.