“Saya berharap wisata ramah disabilitas tidak terbatas pada pameran dalam ruangan, tetapi menyiapkan banyak pengalaman langsung di luar ruangan,” tambah Seo.
“Kebanyakan penyandang disabilitas di negara kami tidak lahir dengan disabilitas, tetapi didapat kemudian. Sama seperti siapa pun yang menua, saya berharap wisata ramah disabilitas menjadi pengalaman alami.”
Pemerintah melihat perluasan wisata ramah disabilitas tidak hanya sebagai kebijakan kesejahteraan, tetapi juga strategi ekonomi. Jumlah lansia dan penyandang disabilitas terus meningkat secara global.
Kementerian Kebudayaan memperkirakan pasar wisata ramah disabilitas domestik Korea mencapai 6,6 triliun won (sekitar $4,37 miliar) pada 2024, dengan potensi permintaan sekitar 11 triliun won.
Peserta juga diajak berjalan di jalur kayu di sepanjang pesisir Gungpyeong. Seorang peserta merasakan kulit pohon pinus saat berjalan.
Setelah meninggalkan lumpur, rombongan mengunjungi Maehyang-ri Peace Eco Park di Hwaseong untuk tur berpemandu.
Seo Young-min menambahkan bahwa sebagian besar penyandang disabilitas di Korea memperoleh disabilitasnya di kemudian hari, bukan sejak lahir.
>>> Korea Catat Rekor Baru: 2 Juta Turis Asing Datang di April
Ia berharap wisata ramah disabilitas menjadi pengalaman alami bagi semua orang.
