WASHINGTON — Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) yang baru di Gedung Putih, Jumat (22/5/2026).
Dalam pidato perdananya, ia berjanji akan memimpin bank sentral AS dengan orientasi reformasi.
>>> Kemensos Tambah 470 Ribu Penerima Bansos Tahap Dua Mei 2026
Presiden Donald Trump, yang sebelumnya kerap mengkritik pendahulu Warsh, Jerome Powell, menyatakan dukungannya. Trump menegaskan bahwa Warsh akan bersikap independen penuh.
"Kevin memahami bahwa ketika ekonomi sedang booming, itu adalah hal yang baik.
Kami ingin menghentikan inflasi, tetapi tidak ingin menghentikan kehebatan," ujar Trump dalam acara pelantikan di East Room Gedung Putih.
Janji Reformasi dan Independensi
Dalam sambutannya, Warsh menekankan pentingnya pembelajaran dari masa lalu.
"Untuk memenuhi misi ini, saya akan memimpin Federal Reserve yang berorientasi reformasi, belajar dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu," katanya.
Ia juga menyerukan para bankir sentral untuk mengejar tujuan "dengan kebijaksanaan dan kejelasan, independensi dan keteguhan".
Menurut Warsh, inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan lebih kuat, dan upah riil lebih tinggi jika hal itu dilakukan.
Pelantikan di Gedung Putih merupakan hal yang tidak biasa bagi ketua Fed.
Terakhir kali hal serupa terjadi adalah ketika Alan Greenspan dilantik pada 1987 di bawah Presiden Ronald Reagan.
Dalam sidang konfirmasi Senat sebelumnya, Warsh bersikeras bahwa ia "benar-benar tidak" akan menjadi boneka presiden.
Tantangan Inflasi dan Pasar Tenaga Kerja
Warsh mengambil alih kepemimpinan Fed di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Inflasi konsumen AS pada April mencapai 3,8 persen, level tertinggi dalam tiga tahun, dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang dengan Iran.
Sementara itu, tingkat pengangguran relatif stabil di sekitar 4,3 persen selama setahun terakhir. Namun, pertumbuhan lapangan kerja berfluktuasi tajam antara ekspansi dan kontraksi dari bulan ke bulan.