unique visitors counter
⌂ Beranda News Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan di Gedung Putih

Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan di Gedung Putih

Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan di Gedung Putih
Kevin Warsh dilantik sebagai Ketua Federal Reserve di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Kondisi inflasi tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja yang tidak konsisten membuat Fed berada dalam situasi sulit.

Bank sentral memiliki mandat ganda untuk menjaga inflasi tetap pada target jangka panjang dua persen dan mempertahankan tingkat pengangguran maksimum.

Pada pertemuan Fed bulan lalu, mayoritas pembuat kebijakan mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan jika inflasi terus berada di atas target.

IN2

>>> Cannes 2026: Persaingan Palme d'Or Masih Terbuka Lebar

Warsh sendiri telah mendukung pemotongan suku bunga di masa lalu.

Ia berpendapat bahwa keuntungan produktivitas dari inovasi berbasis kecerdasan buatan akan memungkinkan ekonomi AS tumbuh cepat tanpa menambah inflasi.

in2

Tekanan Politik dan Masa Depan

David Wessel, seorang senior fellow di Brookings Institution, memperkirakan Warsh tidak akan mampu memberikan pemotongan suku bunga yang diinginkan presiden.

"Pada suatu titik, presiden mungkin menjadi tidak sabar dan akan mulai menyerang Tn. Warsh seperti yang dia lakukan pada Jerome Powell," katanya.

Menambah tantangan Warsh, pendahulunya Jerome Powell memilih untuk tetap menjadi anggota dewan Fed.

Langkah yang tidak biasa namun bukan tanpa preseden ini disebut Powell sebagai upaya melindungi independensi bank sentral.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Jumat menyatakan harapannya agar Powell segera "mundur" sehingga Warsh dapat memiliki kendali penuh atas Fed.

Sementara itu, gugatan Gubernur Fed Lisa Cook terhadap pemecatannya masih menunggu keputusan Mahkamah Agung.

Dalam pidatonya, Warsh menekankan bahwa bank sentral harus mengejar tujuan "dengan kebijaksanaan dan kejelasan, independensi dan keteguhan."

Ia menambahkan bahwa "inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan lebih kuat, upah riil lebih tinggi, dan Amerika bisa lebih makmur" jika hal itu dilakukan.

Trump, yang sebelumnya sering mengkritik Powell, memuji Warsh dan mendorongnya untuk membiarkan ekonomi "booming."

Hakim Agung Clarence Thomas dan Brett Kavanaugh turut hadir dalam acara pelantikan, dengan Thomas yang mengambil sumpah jabatan Warsh.

Kehadiran para hakim agung menandakan pentingnya acara tersebut, meskipun biasanya ketua Fed dilantik di markas bank sentral.

Warsh menghadapi tantangan besar karena Fed saat ini terpecah dalam menghadapi inflasi tinggi yang dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang dengan Iran, serta pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda kelemahan.

Inflasi konsumen AS pada April mencapai 3,8 persen, level tertinggi dalam tiga tahun, sementara tingkat pengangguran stabil di sekitar 4,3 persen.

>>> Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Orang

Namun, pertumbuhan lapangan kerja berfluktuasi tajam dari bulan ke bulan, membuat Fed harus memilih antara mandat inflasi dan ketenagakerjaan.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru