Pop-up store Perfect Crown resmi ditutup lebih awal dari jadwal semula. Keputusan ini diambil promotor dan MBC di tengah gelombang kecaman publik.
Toko pop-up di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, Seoul Barat, menghentikan operasional pada Senin (25/5). Padahal, rencana awal masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.
>>> My Hero Academia: All's Justice, Game Anime Baru yang Seru
Penjualan Suvenir Dihentikan Lebih Dulu
Menurut Korea JoongAng Daily, penjualan suvenir resmi hanya berlangsung hingga Sabtu (23/5). Pada Minggu dan Senin, area tersebut hanya dibuka sebagai ruang pameran.
Penyelenggara memberi tahu pemilik tiket bahwa perubahan terjadi karena alasan operasional. Pengamat industri menilai langkah ini untuk meredam kontroversi yang membesar.
Selain menutup toko pop-up, MBC juga akan menghapus adegan yang dipermasalahkan. Proses penyuntingan ulang episode 11 diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Drama yang tamat pada 16 Mei lalu menuai kritik tajam. Adegan penobatan raja di episode 11 dianggap bermasalah.
Dalam adegan tersebut, I-An yang dilantik menjadi raja mengenakan mahkota berumbai sembilan. Mahkota itu identik dengan negara vasal, bukan mahkota berumbai 12 untuk kaisar berdaulat.
Dialog para pejabat istana juga menjadi sorotan.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Ada Film Spesial Idul Adha dan Waisak
Mereka menyerukan kata "cheonse" (1.000 tahun) alih-alih "manse" (10.000 tahun) yang merupakan seruan agung untuk penguasa Korea.
Kritikus menilai adegan itu seolah membenarkan klaim Proyek Timur Laut milik China atas sejarah Korea. Publik pun kecewa dan menuntut klarifikasi.
Pemerintah Korea Selatan turut menyoroti polemik ini. Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) diketahui mengucurkan dana bantuan untuk produksi drama tersebut.
KOCCA kini meninjau ulang regulasi yang mungkin dilanggar. Mereka juga mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, termasuk menarik kembali dana produksi.
Sebelumnya, IU, Byeon Woo-seok, sutradara Park Jun-hwa, dan penulis naskah Yoo Ji-won telah meminta maaf secara terbuka. Permintaan maaf itu ditujukan kepada masyarakat atas kontroversi yang terjadi.
Menanggapi kekecewaan publik, jajaran pemain utama yakni IU dan Byeon Woo-seok, bersama sutradara Park Jun-hwa serta penulis naskah Yoo Ji-won telah merilis permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
>>> HP ZBook 8 G2a Rilis: Laptop 64 GB RAM Harga Rp120 Juta
Pihak pemerintah kini turut menyoroti polemik ini setelah terungkap bahwa Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) ikut mengucurkan dana bantuan untuk proses produksi drama tersebut.
