unique visitors counter
⌂ Beranda News Paus Leo Serukan Perlambatan dan Regulasi Ketat AI dalam Ensiklik Pertama

Paus Leo Serukan Perlambatan dan Regulasi Ketat AI dalam Ensiklik Pertama

Paus Leo Serukan Perlambatan dan Regulasi Ketat AI dalam Ensiklik Pertama
Paus Leo XIV saat presentasi ensiklik Magnifica Humanitas di Vatikan
A A Ukuran Teks16px

"Ini merupakan luka dalam ingatan Kristen. Untuk itu, atas nama Gereja, saya dengan tulus memohon pengampunan," tulisnya.

Seruan untuk Menghadapi Risiko AI

Paus, yang menyatakan ingin menyapa umat Katolik dan semua orang yang berkehendak baik, mengatakan masyarakat harus menghadapi "pertanyaan-pertanyaan krusial" tentang bagaimana AI dikembangkan dan arah kepemimpinan global.

Mengutip kisah Menara Babel, Paus mengatakan kisah itu menunjukkan risiko dari setiap usaha yang "bercita-cita mencapai surga tanpa restu Tuhan."

IN2

"Dengan hati seorang gembala dan seorang ayah, saya meminta semua orang untuk meninggalkan pembangunan Menara Babel lainnya dan bergabung dalam membangun kebaikan bersama," tulis Paus.

Paus mendesak dunia untuk tidak menyerah dalam menghadapi risiko AI.

"Godaan halus mungkin muncul, yaitu pemikiran bahwa masalah terlalu besar dan kita terlalu kecil, dan bahwa pilihan kita tidak dapat membuat perbedaan," tulisnya.

in2

"Tentu, tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama untuk membuat perbedaan. Namun, tidak seorang pun tanpa tanggung jawab.

Kita semua memiliki area tindakan kita sendiri."

Paus Leo XIV juga menyoroti pentingnya pengawasan independen terhadap pengembangan AI.

Ia menekankan bahwa perusahaan AI harus tunduk pada kerangka hukum yang kuat dan tidak boleh dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan yang memadai.

Dalam ensikliknya, Paus mengutip pendahulunya, Paus Leo XIII, yang pada tahun 1891 menerbitkan ensiklik terkenal tentang kondisi buruh selama Revolusi Industri.

Paus Leo XIV menyerukan perlindungan bagi pekerja yang merawat sistem AI dan pekerja pabrik yang memproduksi perangkat teknologi.

Paus juga memperingatkan bahwa persaingan antara perusahaan AI harus didinginkan, dan kepemilikan data AI tidak boleh sepenuhnya diserahkan ke tangan swasta.

>>> Negosiator Kunci AS-Iran Munir di China Bersama PM Sharif

Ia menyerukan keterlibatan politik yang lebih aktif untuk memperlambat laju perkembangan AI.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru