Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi perdamaian dengan Iran berjalan dengan baik.
Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan, serangan AS akan dilanjutkan dalam skala yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.
>>> Swedia Capai Target Bebas Rokok, Perokok Harian di Bawah 5 Persen
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial pada Senin waktu setempat. Ia menekankan bahwa kesepakatan dengan Iran hanya akan menjadi "kesepakatan besar" atau "tidak ada kesepakatan sama sekali."
Saat ini, Amerika Serikat dan Iran sedang berupaya menandatangani kerangka kerja yang melibatkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.
Dalam periode itu, Selat Hormuz akan dibuka kembali dan negosiasi mengenai program nuklir Iran akan dilanjutkan.
"Negosiasi dengan Republik Islam Iran berjalan dengan baik!
Ini hanya akan menjadi Kesepakatan Besar untuk semua atau, tidak ada Kesepakatan sama sekali — Kembali ke Medan Perang dan tembak-menembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya — Dan tidak ada yang menginginkan itu!"
tulis Trump di Truth Social.
Kritik dari Dalam Negeri
Dalam unggahan terpisah, Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran akan menjadi "besar dan berarti."
Ia juga menyerang Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik yang kritis terhadap potensi kerangka perdamaian dengan Iran.
Salah satu kritikus di Kongres adalah Senator Thom Tillis dari Partai Republik. Ia mengatakan kepada CNN bahwa potensi kesepakatan damai yang sedang dirundingkan "tidak masuk akal" baginya.
Tillis juga menyatakan bahwa kesepakatan apa pun dengan Iran akan "gagal" jika tidak melalui ratifikasi Kongres.
>>> Delivery Hero Konfirmasi Tawaran Akuisisi dari Uber
"Kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesepakatan yang besar dan berarti, atau tidak akan ada kesepakatan," kata Trump.
