Organisasi pariwisata juga baru saja menyelesaikan program tur bunga musim semi bebas hambatan untuk peserta tunanetra bekerja sama dengan Distrik Yeongdeungpo selama Festival Bunga Musim Semi Yeouido.
Peserta mengalami festival melalui deskripsi audio, pameran bunga sakura taktil, dan program berbasis sensorik.
Memperluas Kesadaran dan Memperbaiki Sikap
Semakin banyaknya program mencerminkan minat publik yang meningkat terhadap pariwisata aksesibel meskipun tingkat kesadaran secara keseluruhan masih rendah.
Pakar industri mengatakan tantangannya kini terletak pada memperluas kesadaran dan memperbaiki suasana sosial seputar aksesibilitas.
"Hambatan terbesar belum tentu fasilitas atau peralatan," kata Han. "Faktor terpenting adalah apakah masyarakat dengan hangat menerima orang yang bepergian dengan disabilitas.
Pariwisata bebas hambatan pada akhirnya dimulai dari sikap masyarakat."
Ia menambahkan bahwa banyak pemerintah daerah baru-baru ini mulai berinvestasi lebih agresif dalam program aksesibilitas, termasuk peta wisata, kursus perjalanan khusus, sistem pemandu, dan program pelatihan tenaga kerja.
Kota seperti Ulsan secara aktif mendorong proyek pariwisata bebas hambatan melalui yayasan pariwisata lokal.
"Kemauan pemimpin pemerintah daerah sangat penting," kata Han. "Bahkan jika dana ada, proyek aksesibilitas tidak akan berjalan tanpa minat dan pemahaman yang tulus."
Han juga menekankan bahwa pariwisata aksesibel tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai belanja kesejahteraan untuk kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk "asuransi sosial" yang menguntungkan masyarakat secara keseluruhan.
"Siapa pun bisa menjadi rentan mobilitas karena penuaan atau kecelakaan," katanya.
Kebijakan pariwisata pemerintah juga semakin menghubungkan aksesibilitas dengan upaya revitalisasi regional.
>>> Gen Z Korea Beralih ke 'Situs Dopamin' untuk Hiburan Instan
Setelah lonjakan permintaan perjalanan domestik selama libur Hari Buruh 1 Mei, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata memperluas proyek seperti kampanye perjalanan regional diskon, voucher wisata lokal, dan program dukungan akomodasi yang menargetkan daerah dengan penurunan populasi.