Selama rapat kabinet, Trump menolak gagasan membiarkan China atau Rusia mengambil uranium yang diperkaya Iran.
Selat Hormuz dan Opsi Militer
Mengenai dorongan Iran untuk mengatur lalu lintas melalui Selat Hormuz, Trump menekankan bahwa jalur air vital itu tidak akan dikuasai oleh negara mana pun.
"Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu perairan internasional.
Tidak ada yang akan mengendalikannya," katanya.
Ditanya tentang kerangka waktu negosiasi damai, Trump mengulangi bahwa AS telah terlibat dalam negosiasi hanya "beberapa bulan", sementara perang besar masa lalu, termasuk Perang Vietnam dan Perang Korea, berlangsung lebih lama.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menunjuk bahwa telah ada "beberapa kemajuan" dalam negosiasi damai dengan Iran. "Saya pikir telah ada beberapa kemajuan ...
dan kita akan lihat dalam beberapa jam dan hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," kata Rubio. Ia juga menegaskan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, tim "Rapid Response" Gedung Putih membantah laporan rancangan nota kesepahaman damai Iran yang beredar, menyebutnya "tidak benar".
>>> Trump: AS Belum Puas, Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan
Laporan itu menyebutkan AS akan mencabut blokade laut di pelabuhan Iran dan menarik pasukan dari dekat Iran sebagai imbalan pembukaan kembali Selat Hormuz.