unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Kisah Pembuat Makgeolli Berusia 30 Tahun: Lebih Baik Kurang Penghasilan Asal Bahagia

Kisah Pembuat Makgeolli Berusia 30 Tahun: Lebih Baik Kurang Penghasilan Asal Bahagia

Kisah Pembuat Makgeolli Berusia 30 Tahun: Lebih Baik Kurang Penghasilan Asal Bahagia
Pembuatan makgeolli tradisional Korea
A A Ukuran Teks16px

Sekitar waktu itu, ia mencari program dukungan startup dan secara tak terduga terpilih, yang menjadi pintu masuknya ke dunia wirausaha.

Mengapa Makgeolli?

Jawabannya sederhana. Ia membuat daftar hal-hal yang ia sukai, lalu mencoret opsi yang membutuhkan terlalu banyak uang.

>>> Busan: Jejak Hidup Hubungan Dunia Saat Perang Korea

IN2

Yang tersisa adalah makgeolli — minuman beralkohol ringan dan manis yang selalu ia nikmati.

"Aku juga mempertimbangkan pembuatan bir craft beer, hotel hewan peliharaan, dan bisnis gelato, tetapi itu tampaknya terlalu padat modal.

Makgeolli bisa dimulai dengan anggaran lebih kecil, dan aku suka ide membuat alkohol tradisional Korea."

in2

Bagi Han, daya tarik makgeolli adalah ia hidup. Hari itu ia menyajikan dua botol Haemak Cheong-a, makgeolli rasa lemon dan thyme yang dihancurkan.

Kedua botol menggunakan bahan dasar alkohol dan bahan yang sama, tetapi satu telah disimpan dua bulan lebih lama.

Perbedaannya mencolok.

Botol yang lebih matang terasa lebih kaya dan dalam, sementara yang lebih muda terasa lebih ringan, segar, dan lebih citrus.

"Minum makgeolli terasa mirip dengan menikmati pertunjukan seni langsung," katanya. "Seperti halnya pertunjukan panggung yang tidak dapat direproduksi persis sama, makgeolli berubah tergantung cuaca, suhu, dan fermentasi.

Setiap batch berbeda karena ragi hidup."

Dalam hal ini, ia percaya makgeolli mirip dengan kehidupan itu sendiri: Setiap momen hanya ada sekali dan harus dinikmati sepenuhnya.

Kebahagiaan di Atas Segalanya

"Sekarang aku benar-benar bahagia.

Aku tidak lagi menderita stres yang datang dengan kehidupan organisasi, dan aku nyaman mengetahui bahwa aku bertanggung jawab atas semuanya sendiri."

"Tentu saja, secara finansial ada penyesalan.

Tapi daripada menghasilkan lebih banyak uang tetapi menjadi sakit karena stres dan menghabiskannya untuk tagihan rumah sakit, aku pikir hidup dengan penghasilan lebih sedikit tetapi bahagia lebih cocok untukku."

>>> Camilan Sehat untuk Kontrol Kalori saat Diet

"Impianku adalah terus bekerja untuk waktu yang lama — tanpa batas usia pensiun — di ruang yang cukup kecil untuk aku tangani sendiri."

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru