Jakarta, CNN Indonesia -- Hal pertama yang terasa dari Children of Heaven (2026) adalah film ini 'melengkapi' apa yang kurang dari versi 1997.
Bukan berarti karya Hanung Bramantyo mengalahkan film Majid Majidi, melainkan keduanya seperti kembaran dari semesta berbeda.
>>> Semesta Nekra: Kawin Silang Memori '98 dan Fiksi ala Andre Syahreza
Penulis Oka Aurora dan Hanan Novianti paham betul kebutuhan penonton Indonesia. Mereka menyajikan drama yang lebih naik-turun, mirip roller coaster, tanpa terjebak gaya sinetron seperti karya Oka sebelumnya.
Detail yang Dimodifikasi
Detail-detail dari film asli yang terasa janggal bagi penonton Indonesia kini dimodifikasi halus.
Contohnya alasan logis sepatu Zahra jatuh ke selokan, latar keluarga Yeni, situasi ekonomi, hingga akhir cerita.
Namun, beberapa hal masih mengundang pertanyaan.
Misalnya jarak sekolah Ali dan Zahra, durasi sekolah, serta pemisahan gender di sekolah yang tidak lazim di Indonesia non-pesantren.
Oka dan Hanan cerdas menyisipkan komedi yang dibutuhkan agar penonton tidak bosan. Jika saklek mengikuti film asli, banyak yang mungkin menguap.
Pemeran dan Akting
Tim casting berhasil memilih aktor yang tepat.
Muhadkly Acho sebagai Kepala Sekolah Slamet, Oki Rengga sebagai Guru Olahraga, dan Dodit Mulyanto sebagai Wali Kelas memiliki peran lebih dalam dibanding versi 1997.
Kebiasaan Slamet memantun setiap kalimat memang tak realistis, tapi memberi ruang bagi penonton untuk melepas tegang dari kisah nelangsa Ali dan Zahra.
>>> Sinopsis Gunpowder Milkshake, Tayang di Bioskop Trans TV 29 Mei 2026
Muhadkly Acho menunjukkan kemampuan akting yang langka, sejajar dengan Reza Rahadian, meski masih di area sidekick. Keduanya piawai di depan dan belakang kamera.
