unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Review Film Moana (2026): Live-Action yang Setia pada Animasi Asli

Review Film Moana (2026): Live-Action yang Setia pada Animasi Asli

Review Film Moana (2026): Live-Action yang Setia pada Animasi Asli
Ilustrasi: Review Film Moana (2026): Live-Action yang Setia pada Animasi Asli
A A Ukuran Teks16px

Disney tampaknya telah belajar dari pengalaman masa lalu dalam mengadaptasi animasi sukses ke bentuk live-action.

Moana (2026) menjadi bukti bahwa kesetiaan pada cerita asli bisa menghasilkan film yang memuaskan.

>>> Pixel 11 Resmi Naik Harga, Tapi Tidak Semua Model Terdampak

Film ini secara umum hampir sama dengan versi animasi 2016. Perbedaannya terletak pada upaya menampilkan pengalaman magis secara realistis.

Keterlibatan Kreator Asli

Salah satu kreator asli Moana, Jared Bush, ikut menulis naskah bersama Dana Ledoux Miller.

Dwayne Johnson yang mengisi suara Maui di versi animasi kembali memerankan karakter tersebut sekaligus menjadi produser.

in2

Lin-Manuel Miranda, otak di balik musik Moana, juga terlibat. Sutradara Thomas Kail, pemenang Tony Awards, dipercaya mengarahkan film ini.

Hasilnya, Moana (2026) berhasil menyamai magisnya versi animasi. Realistis namun tetap terasa fantasi, dengan jalan cerita yang sama sehingga penggemar bisa bernostalgia.

Performa Dwayne Johnson dan Catherine Laga'aia

Dwayne Johnson menghadapi ekspektasi besar sebagai Maui versi manusia. Sayangnya, performanya terasa naik turun dan tidak selalu mampu mengimbangi penampilan Catherine Laga'aia.

>>> Penonton Pertama Puji The Odyssey Karya Christopher Nolan

Catherine Laga'aia, pendatang baru keturunan Samoa, justru bersinar terang sebagai Moana. Ia berhasil menampilkan sosok calon pemimpin yang bertanggung jawab, berani, dan penuh semangat.

Pergulatan batin karakter Moana muncul natural dari dirinya. Latar kehidupan masyarakat Polinesia juga menebalkan aspek emosional dan inklusif.

Visual dan Musik yang Memukau

Efek visual laut, ombak, makhluk mitologi, hingga Te Fiti dan Te Kā berhasil divisualisasikan dengan meyakinkan. Koreografi aksi saat adegan musikal juga menghanyutkan.

Aransemen lagu ikonis seperti How Far I'll Go dan We Know the Way terdengar lebih megah dan sinematik.

Lagu-lagu itu tetap menjadi penggerak emosi cerita.

>>> Syarat Wardatina Mawa Jika Insanul Fahmi Ingin Temui Anak

Meski belum sempurna, Moana (2026) membuktikan bahwa live-action hanya butuh kesetiaan pada cerita asli. Tanpa perubahan yang dipaksakan, film ini berhasil mempertahankan keajaiban versi animasinya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot