unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Hezbollah, Netanyahu Bantah
News

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Hezbollah, Netanyahu Bantah

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (27/5) mengumumkan bahwa Israel dan kelompok militan Hezbollah telah sepakat untuk menghentikan pertempuran.

Trump juga menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung cepat setelah sempat terhambat akibat serangan Israel ke Lebanon.

Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan melakukan panggilan dengan perwakilan Hezbollah.

Netanyahu setuju untuk membatalkan serangan militer ke Beirut, sementara Hezbollah sepakat untuk menghentikan semua tembakan, kata Trump.

Keraguan dari Netanyahu

Namun, Netanyahu kemudian meragukan klaim gencatan senjata tersebut. Ia menyatakan bahwa Israel akan menyerang Beirut jika Hezbollah tidak berhenti menyerang Israel.

“Saya berbicara dengan Presiden Trump dan mengatakan kepadanya bahwa jika Hezbollah tidak berhenti menyerang kota dan warga kami, Israel akan menyerang target teroris di Beirut,” kata Netanyahu dalam pernyataan resmi.

Trump menegaskan kembali klaimnya bahwa Netanyahu telah memutar balik pasukannya dari rencana serangan besar ke Beirut.

“Mari kita lihat berapa lama ini bertahan — semoga akan selamanya!” tulis Trump di Truth Social.

Sinyal Campur Aduk dari Trump

Sebelumnya, Trump memberikan sinyal yang beragam tentang antusiasmenya terhadap negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran, yang diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan “Saya tidak peduli” jika negosiasi Iran gagal. “Terus terang, saya pikir mereka mulai sangat membosankan,” ujarnya.

Kepada NBC News, Trump mengaku tidak diberi tahu bahwa Iran menangguhkan negosiasi, tetapi menambahkan, “Saya pikir kita sudah terlalu banyak bicara jika Anda ingin tahu yang sebenarnya.”

“Saya pikir diam akan sangat baik, dan itu bisa berlangsung lama,” katanya.

📰 Update Terbaru