Pemimpin Partai Sosial Demokrat Denmark, Mette Frederiksen, mengumumkan pada Senin bahwa ia telah sepakat membentuk pemerintahan koalisi pusat-kiri.
Kesepakatan ini memastikan dirinya kembali menjabat sebagai perdana menteri untuk periode ketiga secara berturut-turut.
>>> Kemensos Sediakan Dua Jalur Cek Desil Bansos 2026
Frederiksen menyampaikan hal tersebut setelah menghadap Raja Denmark untuk mengumumkan pembentukan pemerintahan baru.
"Saya telah menemui Yang Mulia Raja dan mengumumkan bahwa pemerintahan dapat dibentuk setelah negosiasi panjang," ujarnya kepada wartawan.
Kesepakatan ini mengakhiri ketidakpastian politik yang berlangsung berbulan-bulan pasca pemilu Maret lalu. Dalam pemilu yang digelar pada 24 Maret, 12 partai berhasil meraih kursi di parlemen Denmark.
Koalisi pusat Frederiksen kehilangan mayoritas setelah pemilu tersebut.
>>> Trump Yakin Kesepakatan dengan Iran Tercapai Pekan Depan
Warga Denmark menyuarakan ketidakpuasan terhadap krisis biaya hidup, meskipun Partai Sosial Demokrat tetap menjadi fraksi terbesar di parlemen dengan 38 dari 179 kursi, turun dari sebelumnya 50 kursi.
Negosiasi pembentukan pemerintahan berlangsung lebih dari dua bulan. Partai Sosial Demokrat dan Partai Liberal yang berhaluan kanan sama-sama berupaya memimpin pemerintahan baru.
Pada akhirnya, Frederiksen yang berusia 48 tahun berhasil mendapatkan dukungan yang cukup dari partai-partai di parlemen.
Agenda Pemerintahan Baru
Pemerintahan baru memiliki sejumlah agenda prioritas. Salah satunya adalah negosiasi diplomatik terkait Greenland, wilayah yang oleh Presiden AS Donald Trump diancam akan dianeksasi.
>>> Pentagon Tutup Ruang Pers untuk Wartawan, Diklaim Ruang Rahasia
Selain itu, pemerintah juga akan fokus pada percepatan pembangunan militer Denmark. Hal ini dilakukan seiring memburuknya situasi keamanan di Eropa akibat perang Rusia di Ukraina.
