unique visitors counter
⌂ Beranda News Rubio: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Makin Aktif

Rubio: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Makin Aktif

Rubio: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Makin Aktif
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara di Komite Hubungan Luar Negeri Senat
A A Ukuran Teks16px

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup dan semakin aktif.

Pernyataan itu disampaikan Rubio di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Selasa (3/6).

>>> Blanche Kembali ke Capitol Hill, Trump Kaji Ulang Dana Rp28,8 Triliun

IN2

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang tewas dalam gelombang pertama serangan AS-Israel pada 28 Februari.

Sejak menjabat, ia jarang terlihat di publik dan dikabarkan terluka dalam serangan tersebut.

"Saya pikir ada indikasi bahwa ia semakin terlibat di beberapa level," ujar Rubio.

in2

Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi untuk mengakhiri perang tiga bulan yang telah melanda Timur Tengah dan memicu krisis energi global.

Rubio Desak Iran Batasi Program Nuklir

Rubio menyatakan harapan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, namun menekankan bahwa Teheran harus membatasi program nuklirnya secara ketat agar sanksi dicabut.

>>> Dari Perusahaan Hemat ke Pemain AI: Micron Tembus Kapitalisasi Rp16.000 Triliun

"Ada prospek di depan kita, yang bisa terjadi hari ini, besok, atau minggu depan," kata Rubio.

Rubio juga mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran utama minyak dan gas Teluk. "Mereka harus mengumumkan dengan jelas 'Selat sekarang terbuka, kami tidak memungut biaya'.

Kami akan membantu membersihkan ranjau yang mereka pasang, dan mereka tidak akan menembaki kapal," tegasnya.

Selain itu, Rubio menuntut Iran menyetujui negosiasi pembatasan jangka panjang atau penghentian aktivitas pengayaan uranium. "Iran dikenai sanksi karena pengayaan uranium tingkat tinggi dan aktivitas nuklirnya.

>>> Dari Perusahaan Hemat ke Pemain AI: Micron Tembus Kapitalisasi Rp 16.000 Triliun

Jika mereka setuju menyerahkan hal-hal itu, akan ada keringanan sanksi," pungkas Rubio.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru