unique visitors counter
⌂ Beranda News Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Dorong Percepatan Pengembangan Obat dan Vaksin

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Dorong Percepatan Pengembangan Obat dan Vaksin

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Dorong Percepatan Pengembangan Obat dan Vaksin
Peneliti memeriksa sampel hantavirus di laboratorium
A A Ukuran Teks16px

Obat tocilizumab menekan molekul IL-6 yang memicu peradangan berbahaya pada beberapa penyakit autoimun.

IL-6 juga diduga terlibat dalam reaksi peradangan akibat infeksi yang dapat menyebabkan paru-paru terisi cairan dan gagal berfungsi.

Empat dari lima pasien di rumah sakit Argentina selamat setelah menerima tocilizumab selain perawatan suportif standar.

IN2

>>> Israel dan Lebanon Sepakat Implementasikan Gencatan Senjata, Tingkatkan Harapan Kesepakatan dengan Iran

Laporan ini merupakan yang pertama kali melacak pasien yang menerima tocilizumab dalam studi penggunaan belas kasih (compassionate use) yang sedang berlangsung.

Lima pasien lain yang memenuhi syarat tetapi tidak mendapatkan tocilizumab dan hanya menerima perawatan standar meninggal dunia.

in2

Tim peneliti mengingatkan bahwa pasien yang tidak menerima obat tersebut lebih sakit dan lebih tua, namun tetap menyatakan bahwa tocilizumab layak diteliti lebih lanjut.

Upaya Lain: Antibodi Kloning dan Vaksin

Tim María Inés Barría, virolog dari Universitas San Sebastián di Chile, bekerja sama dengan ilmuwan dari NIH AS dan Institut Robert Koch Jerman, mengembangkan pendekatan menggunakan antibodi kloning dari penyintas hantavirus untuk melawan infeksi.

Penelitian pada 2018 menunjukkan pendekatan ini berhasil pada hewan, tetapi pendanaan untuk uji coba manusia terhambat karena sumber daya dialihkan untuk pandemi COVID-19.

Beberapa kelompok lain, termasuk di Albert Einstein College of Medicine dan Vanderbilt Center for Antibody Therapeutics, juga mengembangkan terapi antibodi.

Vaksin untuk hantavirus Dunia Lama (Old World) telah dikembangkan dan digunakan, meskipun WHO menyatakan belum ada vaksin hantavirus yang dilisensikan saat ini.

Namun, vaksin baru tengah dikembangkan, termasuk untuk melawan virus Andes.

Tim yang dipimpin Jay Hooper dari Institut Penelitian Medis Penyakit Menular Angkatan Darat AS sedang mengerjakan vaksin yang berhasil menghasilkan antibodi dalam uji coba tahap awal pada manusia, menurut studi yang diterbitkan pada 2020.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru