Ngaku Buat Bayar Administrasi! 2 Polisi di Bali Minta Uang Rp 200 Ribu ke Turis Kolombia
Ngaku Buat Administrasi! 2 Polisi di Balu Minta Uang Rp 200 Ribu ke Turis Kolombia. Dugaan Pungli di Polsek Kuta: Turis Kolombia dan Uang Rp 200 Ribu yang Jadi Sorotan. Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Polsek Kuta, Bali, tengah menjadi sorotan publik setelah seorang turis asal Kolombia, berinisial SGH, mengaku diminta menyerahkan uang Rp 200 ribu untuk mendapatkan surat kehilangan. Kejadian ini bermula saat SGH melaporkan kehilangan ponsel miliknya, sebuah iPhone 14 Pro Max, yang dijambret di kawasan Uluwatu.
Melalui akun Instagram @fakta.indo, SGH membagikan kronologi peristiwa tersebut. Pada 5 Januari 2025, SGH mendatangi Polsek Kuta untuk melaporkan kejadian dan mendapatkan surat kehilangan sebagai dokumen pendukung klaim asuransi. Meski diarahkan ke Polsek Kuta Selatan karena lokasi kejadian berada di wilayah tersebut, SGH memohon agar laporannya diproses di Polsek Kuta dengan alasan keterbatasan waktu sebelum kembali ke negaranya.
Pengakuan Berbeda Soal Uang Rp 200 Ribu
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa setelah laporan selesai diproses, SGH menyerahkan uang Rp 200 ribu kepada petugas sebagai bentuk terima kasih. Namun, versi SGH dalam video yang viral di media sosial berbeda.
Dalam video yang diunggah akun @balibackseat, SGH menyebut dirinya dibawa ke sebuah ruangan tertentu dan diminta menyerahkan uang untuk mendapatkan surat kehilangan. Ia menegaskan tidak menerima tanda terima resmi atas uang tersebut. Pengakuan ini memicu gelombang kritik di media sosial, dengan banyak netizen mengecam tindakan yang dianggap tidak profesional dari aparat kepolisian.
Pemeriksaan Propam dan Barang Bukti
Kapolsek Kuta, AKP Agus Riwayanto Diputra, mengonfirmasi bahwa dua anggota Polsek Kuta, berinisial S dan SB, sedang diperiksa oleh Propam Polresta Denpasar atas dugaan pungli. Barang bukti berupa uang Rp 200 ribu telah diamankan untuk keperluan penyelidikan.
“Kedua anggota berpangkat Aiptu ini sedang diperiksa secara etik. Jika terbukti bersalah, mereka terancam diberhentikan secara tidak hormat,” ujar Agus. Menariknya, salah satu anggota, Aiptu S, diketahui baru pulih dari stroke dan dijadwalkan pensiun pada Desember 2025.
Reaksi Publik dan Teguran Netizen
Update Terbaru
Apa gabungan BoBoiBoy Sopan? Hadir sebagai Fusi Strategis dengan Kendali Angin dan Energi Cahaya
Selasa / 28-04-2026, 14:59 WIB
Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Pendidikan Karakter di Madrasah
Selasa / 28-04-2026, 14:47 WIB
Profil Donny Sucahya Pengusaha Digital dan Kisah Pernikahannya dengan Velia Christy
Selasa / 28-04-2026, 09:09 WIB
Kronologi Karyn Putri Viral di IKEA dan Perdebatan Soal Etika Self Service
Selasa / 28-04-2026, 09:07 WIB
Perbedaan SPMT dan SK CPNS Ini Fungsi yang Sering Membingungkan Peserta
Selasa / 28-04-2026, 09:05 WIB
Makna Disiden yang Diucapkan Prabowo ke Rocky Gerung Jadi Perbincangan Publik
Selasa / 28-04-2026, 09:03 WIB
Jin Xiu Ren Sheng Mod Apk 2026 Jadi Buruan Gamer, Ini Penjelasan Fitur dan Risikonya
Selasa / 28-04-2026, 09:02 WIB
Kronologi Penyebab Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Berawal dari Taksi Mogok di Rel
Selasa / 28-04-2026, 09:02 WIB
Arti Against The World Viral di TikTok serta Panduan Ikut Tren Video Kebersamaan
Selasa / 28-04-2026, 08:42 WIB
Nama The Hacktivist Group 313 Mendadak Ramai Setelah eBay Down
Selasa / 28-04-2026, 08:34 WIB
Strava Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Komuter Sepeda hingga Generasi Paling Rajin Bersepeda
Senin / 27-04-2026, 19:00 WIB
Polisi Tutup Daycare Little Aresha Sorosutan Setelah Dugaan Kekerasan Anak Mencuat
Sabtu / 25-04-2026, 08:33 WIB
Kronologi Link Video Bandar Membara Batang, Awas Risiko Penyebaran Konten Pribadi
Jumat / 24-04-2026, 15:21 WIB
Lookism Chapter 604 Bahasa Indonesia English raw, Hadiah Park Jinyoung
Kamis / 23-04-2026, 20:14 WIB





