Saham SpaceX milik Elon Musk melonjak 25% pada hari pertama perdagangan di bursa Nasdaq, Jumat (12/6/2026).
Kenaikan ini menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia.
>>> Kesepakatan Iran Hampir Tercapai, Penandatanganan dalam Beberapa Hari
Saham dibuka pada level US$150, lalu melesat ke US$168,90 sekitar pukul 12.50 waktu setempat.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar SpaceX mencapai US$2,21 triliun.
Menurut Forbes, kekayaan bersih Musk kini diperkirakan mencapai US$1,1 triliun. Musk juga merupakan pemegang saham utama dan CEO Tesla.
IPO Terbesar dalam Sejarah
Spacex menggelar penawaran umum perdana (IPO) dengan harga US$135 per saham.
Perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$75 miliar, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco pada 2019.
Musk mengatakan SpaceX membutuhkan dana segar untuk mendanai ambisinya menempatkan satelit dan pusat data di luar angkasa, serta membangun koloni manusia di Mars.
Dia merayakan pencatatan saham dengan membunyikan bel pembukaan dari Starbase, Texas Selatan.
>>> AS Perketat Izin Ekspor Alat Medis Tertentu ke Korea Utara
"Untuk membuat kehidupan multiplanet," ujarnya, seraya menambahkan bahwa SpaceX ingin membawa siapa pun ke Bulan, Mars, dan seterusnya.
Kerugian Besar dan Prospek Masa Depan
Meski merugi miliaran dolar per tahun, antusiasme investor terhadap IPO SpaceX sangat tinggi. Antara awal 2025 hingga 31 Maret 2026, perusahaan mencatat kerugian US$8,7 miliar.
SpaceX berencana membangun koloni Mars berpenduduk satu juta orang, meluncurkan pusat data seukuran lapangan sepak bola ke orbit, serta bersaing dengan Anthropic dan OpenAI dalam kecerdasan buatan.
Namun, analis Morningstar menilai saham SpaceX "terlalu mahal" karena teknologi yang belum terbukti dan kebutuhan modal besar. Mereka memperkirakan nilai wajar perusahaan hanya US$780 miliar.
SpaceX adalah perusahaan pertama dari tiga perusahaan "megacap" yang akan melantai tahun ini, disusul Anthropic dan OpenAI.
Nasdaq bahkan merevisi aturan agar saham SpaceX bisa masuk ke dalam indeks dalam 15 hari.
>>> Anggota DPR AS Ajukan Resolusi Hormati Kontribusi Mantan Politisi untuk Aliansi Korsel-AS
Beberapa investor, termasuk dana pensiun dari California dan New York, mengkritik ketentuan IPO seperti "saham dengan hak suara super" dan kekuasaan besar Musk atas perusahaan.