Elon Musk melalui perusahaannya, SpaceX, bersiap melakukan debut historis di bursa saham yang dipenuhi ketidaklaziman. Aksi korporasi ini memicu antusiasme sekaligus kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.
SpaceX akan berhenti menerima pesanan investor pada Rabu dan harga saham ditetapkan pada Kamis. Perusahaan roket tersebut dijadwalkan melantai di Nasdaq pada Jumat.
>>> AS dan Jepang Tegaskan Komitmen Denuklirisasi Penuh Korea Utara
Transaksi ini bertujuan mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dolar AS, yang akan menjadi rekor IPO terbesar. "Permintaan tampaknya cukup baik," ujar Matthew Kennedy dari Renaissance Capital.
"Tidak ada keraguan bahwa ada banyak gembar-gembor di sekitarnya. Tidak ada yang bisa menangkap imajinasi seperti luar angkasa," tambah Kennedy.
SpaceX membangun roket, menyediakan internet satelit melalui Starlink, dan baru-baru ini bergabung dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI.
Perusahaan akan menawarkan lebih dari 555 juta saham dengan harga per saham sekitar 135 dolar AS.
Valuasi SpaceX mencapai sekitar 1,8 triliun dolar AS, menempatkannya di jajaran perusahaan paling elite di Wall Street.
Keberhasilan IPO ini bergantung pada keyakinan investor terhadap Musk sebagai pengusaha visioner.
Setelah penawaran, Musk akan memegang lebih dari 82 persen hak suara, memperkuat kendalinya atas perusahaan. Laporan menyebut permintaan melebihi ekspektasi, sehingga harga peluncuran bisa lebih tinggi.
Antusiasme Investor
"Kami melihat kegembiraan yang luar biasa, tidak seperti yang pernah kami dengar sebelumnya terkait IPO," kata Eva Ardos, kepala strategi investasi di ERShares.
Perusahaannya memiliki saham di SpaceX melalui dana swasta khusus.
Bagi Kim Forrest dari Bokeh Capital Partners, SpaceX memiliki faktor "keren" berkat kecerdasan pemasaran Musk.
>>> Trump Teken Undang-Undang Alokasi Hampir $70 Miliar untuk Penegakan Imigrasi