WASHINGTON — Amerika Serikat dan Jepang kembali menegaskan komitmen mereka terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara.
Kedua negara juga menolak pandangan Rusia yang menyebut bahwa upaya nuklir Pyongyang adalah masalah yang sudah selesai.
>>> Trump Teken Undang-Undang Alokasi Hampir $70 Miliar untuk Penegakan Imigrasi
Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Pencegahan yang Diperluas (Extended Deterrence Dialogue) di Kementerian Luar Negeri Jepang, Tokyo. Pertemuan berlangsung pada Senin dan Selasa pekan ini.
Dialog tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama keamanan di tengah meningkatnya agresivitas China dan ancaman nuklir serta rudal balistik Korea Utara.
Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menyatakan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara. Mereka juga membahas pembangunan senjata nuklir China yang dramatis dan tidak transparan.
Kedua delegasi menolak pandangan Rusia yang menganggap bahwa upaya Korea Utara mengembangkan senjata nuklir adalah masalah yang sudah selesai.
Pernyataan itu menegaskan bahwa isu tersebut masih terbuka.
>>> Bill Gates Hadiri Pemeriksaan Kongres AS Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein
Selama pertemuan, kedua pihak membahas upaya AS untuk memodernisasi dan menyesuaikan kekuatan nuklirnya. Jepang juga mendorong AS untuk mengadakan dialog multilateral tentang stabilitas strategis.
Dialog tersebut bertujuan mencegah perlombaan senjata nuklir, mengatasi kekhawatiran tentang uji coba nuklir, mengurangi risiko nuklir, dan meningkatkan transparansi.
Termasuk melalui dialog kontrol senjata dengan China dan Rusia.
Pertemuan dipimpin bersama oleh Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan AS serta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Jepang.
>>> Korsel dan Uni Eropa Kecam Keras Kerja Sama Militer Ilegal Korea Utara-Rusia
Peserta juga berasal dari Staf Gabungan Jepang, Staf Gabungan AS, Komando Strategis AS, Komando Indo-Pasifik AS, dan Pasukan AS di Jepang.