Pada 1960-an, selebriti seperti Jane Birkin dan Brigitte Bardot mempopulerkan gaun babydoll. Desainer kenamaan Cristobal Balenciaga dan Hubert de Givenchy juga mengadopsi gaya ini.
Di era 1990-an, bintang rock alternatif Courtney Love kembali membawa tren ini. Rodrigo sendiri mengaku terinspirasi oleh mode era tersebut.
Konteks Sosial yang Lebih Luas
Kontroversi gaun babydoll bukanlah hal baru. Masyarakat kerap menyalahkan perempuan atas respons publik yang dibentuk oleh pandangan laki-laki.
Rok mini yang dipopulerkan Mary Quant pada 1960-an sempat dianggap cabul. Sebelumnya, korset pada abad ke-19 juga memicu kepanikan moral saat perempuan mulai meninggalkannya.
Reaksi terhadap pakaian Rodrigo mungkin tidak semata-mata tentang busana. Di tengah sorotan kasus Jeffrey Epstein dan perdagangan seksual anak, kepekaan terhadap seksualisasi perempuan muda meningkat.
Namun, kekhawatiran itu sering kali diarahkan pada perempuan sendiri, bukan pada struktur sosial yang membahayakan mereka.
Tren Saat Ini
Gaun babydoll kini tengah naik daun, bagian dari kebangkitan mode bohemian yang dipelopori Chloe. Merek viral seperti Selkie dan Sandy Liang turut mendorong popularitasnya.
>>> Warga Miskin di Pemukiman Jjokbang Incheon Berbagi Selama 18 Tahun
Sabrina Carpenter, mantan bintang Disney lainnya, juga terlihat mengenakan gaun babydoll. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut, meskipun kontroversi menyertainya.