Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menggambarkan insiden itu sebagai "sangat memprihatinkan," menurut unggahan tersebut, karena terjadi di fasilitas yang berisi sejumlah besar material nuklir, hanya beberapa meter dari bangunan yang terkena serangan.
Ia mengatakan serangan terhadap fasilitas nuklir sama sekali tidak dapat diterima dan secara langsung melanggar prinsip inti keselamatan nuklir selama konflik bersenjata.
Telah terjadi beberapa insiden di pembangkit listrik tenaga nuklir selama perang Rusia di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya di selatan sangat terpengaruh oleh pertempuran.
Pada 26 April 1986, sebuah uji coba di pembangkit Chernobyl di Republik Soviet Ukraina saat itu lepas kendali, memicu kecelakaan nuklir terburuk di dunia hingga saat ini.
Awan radioaktif menyebar dalam bentuk lemah ke seluruh Eropa utara dan barat.
Zelensky, yang dijadwalkan berada di London pada hari Minggu untuk pembicaraan dengan mitranya dari Inggris, Jerman, dan Prancis, menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap Rusia.
"Malam ini juga ada serangan Rusia terhadap target sipil lainnya di 13 wilayah kami," katanya.
Selama seminggu terakhir, Rusia telah mengerahkan 88 roket dan rudal jelajah, lebih dari 3.250 drone tempur, dan sekitar 1.800 bom luncur melawan Ukraina, catat Zelensky.
>>> Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya
Ia dijadwalkan membahas dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai kelompok E3.