Paus Leo XIV menantang Eropa untuk mengakui kontribusi agama Kristen terhadap identitas budayanya, saat ia memimpin Misa di Madrid pada Minggu (7/6) yang dihadiri lebih dari satu juta orang.
Paus juga menghormati tradisi kesalehan dan budaya Spanyol yang telah berusia berabad-abad.
>>> Trump Akan Tekan Israel untuk Tidak Membalas Serangan Iran
Leo merayakan akar Kristen Spanyol dengan Misa besar di pusat kota Madrid pada pagi hari dan sebuah acara malam yang menampilkan penari flamenco, gitar klasik, serta meditasi oleh aktor Spanyol Antonio Banderas tentang seni, iman, dan keindahan.
Seruan untuk Eropa
Dalam sambutannya, Paus Leo menantang Eropa untuk merenungkan seperti apa identitas benua itu tanpa pengaruh agama Kristen.
Ia menyebut seni, budaya, dan peran yang dimainkan oleh umat Kristen—yang termotivasi oleh iman mereka—dalam membangun sekolah, rumah sakit, dan institusi lainnya.
“Apakah mungkin untuk percaya bahwa Eropa—yang sangat kita cintai—akan sama tanpa pengaruh iman?” tanya Leo, seraya menuntut agar ekspresi keagamaan diizinkan tetap berada di ruang publik.
Misa dan Prosesi di Atas Karpet Bunga
Leo tiba di Spanyol pada Sabtu (6/6) dalam kunjungan selama seminggu. Ia ingin menyoroti tradisi panjang budaya dan devosi Kristen untuk mendorong generasi muda menemukan iman mereka.
Hal ini merupakan tantangan besar di negara yang dulunya sangat Katolik, di mana praktik keagamaan sebagian besar menurun.
Hari Minggu jatuh pada hari raya Corpus Domini, yang sering dirayakan dengan prosesi umat melalui kota-kota yang dipimpin oleh imam yang membawa Ekaristi.
Di Spanyol, prosesi sering menampilkan karpet bunga yang rumit di sepanjang rute.
Selama Misa, Leo mengatakan bahwa karpet bunga mengekspresikan “sentimen spiritual negara ini” melalui “altar yang didirikan di jalan-jalan.”