unique visitors counter
⌂ Beranda News Spanyol Darurat Nasional Kebakaran Hutan, Ribuan Dievakuasi di Prancis

Spanyol Darurat Nasional Kebakaran Hutan, Ribuan Dievakuasi di Prancis

Spanyol Darurat Nasional Kebakaran Hutan, Ribuan Dievakuasi di Prancis
Ilustrasi: Spanyol Darurat Nasional Kebakaran Hutan, Ribuan Dievakuasi di Prancis
A A Ukuran Teks16px

Spanyol untuk pertama kalinya mendeklarasikan darurat nasional akibat kebakaran hutan pada Jumat (24/7).

Langkah ini diambil setelah kobaran api melanda kawasan pegunungan di barat Madrid dan provinsi Avila.

>>> China Terus Bangun PLTA dan PLTS, Tak Tertandingi Negara Lain

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi dari kota-kota di wilayah tersebut.

Keputusan darurat nasional memungkinkan koordinasi respons yang lebih baik.

Grande-Marlaska menambahkan bahwa sifat agresif dari api serta cuaca panas dan berangin turut mendorong langkah tersebut.

Ini adalah pertama kalinya Spanyol mengambil tindakan serupa akibat kebakaran hutan.

Sebelumnya, status darurat yang sama diberlakukan saat pemadaman listrik besar-besaran tahun lalu.

Spanyol juga telah meminta bantuan dari Uni Eropa, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri.

Kebakaran di Prancis

Di Prancis, otoritas memerintahkan evakuasi total di semenanjung Cap Ferret, destinasi wisata yang ramai di musim panas.

Sekitar 63.000 orang dievakuasi dari area tersebut, banyak yang diselamatkan dengan perahu.

>>> BMKG: 73% Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Hemat Air

Kebakaran di Saumos, utara Cap Ferret, mengancam memutus satu-satunya jalan keluar dari semenanjung.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan api telah melalap 24.700 hektare lahan dan membakar 80 rumah, 50 di antaranya hancur total.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta bantuan pemadaman dari Uni Eropa untuk mengatasi kobaran api di Cap Ferret.

Beberapa pesawat khusus dari negara Eropa lainnya diharapkan segera dikirim.

Setelah jeda singkat selama akhir pekan, suhu rata-rata di Prancis diperkirakan akan naik tajam lagi pekan depan.

Suhu tinggi diperkirakan akan menghangatkan sungai-sungai yang digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir.

Reaktor nuklir Golfech 2 di Prancis selatan telah offline sejak 7 Juli karena pembatasan terkait panas.

>>> Liberia Sita Kokain Senilai Rp5 Triliun yang Hendak Dikirim ke Eropa

Cuaca panas selama berminggu-minggu juga berdampak pada kondisi tanaman jagung di Prancis.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot