unique visitors counter
⌂ Beranda News Liberia Sita Kokain Senilai Rp5 Triliun yang Hendak Dikirim ke Eropa

Liberia Sita Kokain Senilai Rp5 Triliun yang Hendak Dikirim ke Eropa

Liberia Sita Kokain Senilai Rp5 Triliun yang Hendak Dikirim ke Eropa
Ilustrasi: Liberia Sita Kokain Senilai Rp5 Triliun yang Hendak Dikirim ke Eropa
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Liberia menyita kokain senilai sekitar $317 juta (Rp5 triliun) yang diduga akan dikirim ke Eropa. Ini menjadi salah satu penggerebekan narkoba terbesar di negara Afrika Barat tersebut.

Inspektur Jenderal Polisi Nasional Liberia, Gregory Coleman, mengatakan petugas menemukan 3.971 kg kokain di kota Duazon, timur ibu kota Monrovia, pada Selasa lalu.

>>> Jerapah Dipindahkan ke Rumah Baru di Uganda untuk Hindari Pengeboran Minyak

Dua tersangka ditangkap, satu memiliki paspor Spanyol dan Kolombia, satunya lagi paspor Serbia.

Video dan foto yang dirilis kepolisian menunjukkan sebuah rumah dipenuhi kardus dan koper yang dibungkus plastik wrap, bertanda "Coco" dan "Poseidon".

Coleman menyatakan belum diketahui asal-usul narkotika tersebut dan analisis kimia masih diperlukan.

Jalur Transit Narkoba

Para penyelundup narkoba kerap menggunakan negara-negara Afrika Barat sebagai titik transit untuk mengirim kokain dalam jumlah besar dari Amerika Selatan ke Eropa.

>>> Proyek Kolam Renang di Sawangan Depok Disegel karena Langgar Site Plan

Bulan lalu, otoritas Liberia menyita 237,6 kg kokain senilai lebih dari $19 juta di Bandara Internasional Roberts.

Pengiriman tersebut berasal dari Sierra Leone dan ditujukan ke Inggris. Coleman mengatakan kasus itu dikaitkan dengan gembong narkoba asal Belanda, Jos Leijdekkers, meski ia enggan memberikan rincian.

Coleman menegaskan belum ada hubungan antara kedua kasus dan meyakini kokain yang disita berasal dari sumber berbeda.

Francois Patuel, kepala riset UNODC untuk Afrika Barat dan Tengah, mengatakan penyitaan terbaru di Liberia menggambarkan tren global penyelundupan kokain yang semakin beragam rute dan volumenya.

>>> Pramono Anung Alokasikan Rp48,1 Miliar untuk Renovasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Lucia Bird Ruiz-Benitez de Lugo dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime menambahkan bahwa jaringan kokain paling canggih di dunia beroperasi di Afrika Barat, tempat penyimpanan narkoba dalam jumlah besar dilakukan.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot