Pemerintah AS telah meluncurkan program percontohan untuk mempercepat pengujian dan penyebaran taksi terbang.
Program ini juga mencakup pesawat kargo dan layanan eVTOL tanggap darurat. Perusahaan seperti Archer Aviation, Joby Aviation, dan BETA Technologies termasuk pemain terkemuka.
Archer berencana memulai operasi pesawat pada dini hari di Florida, Texas, dan New York selama paruh kedua 2026.
Namun, sertifikasi tetap menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri.
Banyak perusahaan AS diperkirakan akan memulai dengan transportasi kargo, pengiriman medis, dan layanan antar-jemput premium. Pendekatan ini dirancang untuk membangun pengalaman operasional sementara regulator mengembangkan standar keselamatan.
Prospek 2026 dan Selanjutnya
Sisa tahun 2026 kemungkinan akan membawa lebih banyak penerbangan demonstrasi, pencapaian sertifikasi, dan layanan komersial terbatas. Jaringan taksi terbang skala besar belum akan terwujud.
Pariwisata, transportasi medis darurat, respons bencana, dan layanan transportasi premium diperkirakan menjadi pasar pertama yang sukses. Ke depannya, prospeknya tetap menjanjikan.
Peningkatan teknologi baterai, penurunan biaya produksi, infrastruktur yang lebih baik, dan regulasi yang lebih jelas diharapkan membuat taksi terbang lebih praktis dan terjangkau dalam dekade mendatang.
Visi jangka panjangnya sederhana: penumpang pada akhirnya bisa memesan taksi terbang melalui aplikasi ride-hailing semudah memesan mobil hari ini.
>>> NVIDIA RTX Spark Mini PC Hadir di Computex 2026, Siap Gantikan Desktop Tradisional?
Masa depan itu masih beberapa tahun lagi, tetapi 2026 mungkin dikenang sebagai tahun ketika taksi terbang mulai bertransisi dari pesawat eksperimental menjadi transportasi komersial nyata.