Dua pejabat regional mengatakan upaya diplomatik sedang dilakukan untuk menyelamatkan gencatan senjata.
Pejabat dari Mesir, Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Qatar mendesak pemerintahan Trump untuk menekan Israel menghentikan serangan terhadap Iran dan Beirut.
Mereka juga mendesak pejabat Iran untuk menghentikan serangan terhadap Israel. Kedua pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada wartawan.
Trump mengatakan pembicaraan sedang berlangsung untuk gencatan senjata antara Israel dan Iran, meskipun ia tidak memberikan rincian.
Israel dan Iran Saling Melancarkan Serangan
Iran meluncurkan gelombang serangan terhadap Israel pada Senin, dan Israel melancarkan serangan ke Iran bagian tengah dan barat.
Itu adalah baku tembak pertama mereka sejak gencatan senjata.
Media Iran melaporkan setidaknya 15 orang terluka setelah ledakan terdengar di Teheran dan kota-kota lain. Belum ada laporan korban jiwa.
Kantor berita semi-resmi Fars dan Mehr mengatakan serangan Israel menghantam pabrik petrokimia di kota Mahshahr. Mereka tidak merinci kerusakan.
Militer Israel mengkonfirmasi serangan terhadap pabrik itu, mengatakan menargetkan lokasi yang memproduksi bahan untuk rudal balistik. Israel mengatakan juga menargetkan peluncur rudal berbasis truk.
>>> Pemerintah Salurkan PIP 2026 untuk Cegah Putus Sekolah
Israel mengatakan serangannya sebagai respons terhadap serangan rudal Iran. Teheran memperingatkan pada Minggu bahwa mereka akan membalas setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut tanpa peringatan.
Ketika Israel membalas, Iran menembak lagi. Ledakan terdengar di Israel tengah saat pertahanan udara berusaha mencegat tembakan Iran.
Pasukan Garda Revolusi Iran mengatakan telah menargetkan dua pangkalan militer di Israel. Iran menyalahkan Amerika Serikat atas eskalasi tersebut.
"Tidak ada yang percaya rezim Israel akan mengambil tindakan tanpa koordinasi dengan Amerika Serikat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei kepada wartawan di Teheran.