unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Saham AI Pulih dari Aksi Jual Pekan Lalu, Harga Minyak Turun dari Puncak

Saham AI Pulih dari Aksi Jual Pekan Lalu, Harga Minyak Turun dari Puncak

Saham AI Pulih dari Aksi Jual Pekan Lalu, Harga Minyak Turun dari Puncak
Para pedagang di lantai Bursa Efek New York
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Indeks saham semikonduktor yang banyak diikuti melonjak hampir 85 persen sepanjang tahun hingga Kamis lalu.

Pertanyaan kini adalah apakah penurunan Jumat merupakan awal dari tren turun atau sekadar jeda yang mengeluarkan optimisme berlebihan.

Michael Wilson, strategis Morgan Stanley, relatif optimistis.

alt top

>>> Israel dan Iran Saling Serang, Ancaman Perang Skala Penuh Kembali Membayangi

"Pasar jarang bergerak dalam garis lurus dengan kecepatan seperti yang terlihat sejak posisi terendah Maret," tulisnya dalam laporan.

"Menurut kami, koreksi tidak terhindarkan dan pada akhirnya sehat jika pasar bullish ini akan berlanjut hingga akhir tahun" dan mendorong S&P 500 ke target dasarnya sebesar 8.000, yang berarti naik 8,3 persen dari penutupan Jumat.

alt mid

Saham Corning naik 6,2 persen setelah Amazon mengumumkan kesepakatan miliaran dolar di mana Corning akan memproduksi serat optik, kabel, dan produk lain untuk pusat data Amazon di seluruh negeri.

Kenaikan itu membantu mengimbangi penurunan 1,1 persen saham Campbell's, yang melaporkan laba kuartal terakhir lebih kuat dari perkiraan analis tetapi juga penurunan pendapatan yang lebih buruk.

Saham perusahaan itu juga akan keluar dari indeks S&P 500 ketika saham Marvell Technology masuk.

Harga Minyak Turun dari Puncak

Di pasar minyak, harga melonjak setelah Israel dan Iran saling melancarkan serangan, mengancam menyeret kawasan kembali ke perang skala penuh.

Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, sempat menembus USD 98 per barel semalam.

Namun harga kemudian melunak setelah militer Iran mengatakan menghentikan operasi ofensif. Harga Brent terakhir tercatat di USD 94,60 per barel, naik 1,6 persen dari Jumat.

Harga minyak tinggi akibat perang dengan Iran telah mendorong inflasi lebih tinggi, yang tidak hanya menaikkan tagihan rumah tangga tetapi juga imbal hasil di pasar obligasi.

Imbal hasil tinggi di seluruh dunia baru-baru ini mengancam memperlambat ekonomi dan menekan harga saham serta investasi lainnya.

Pada Senin, imbal hasil Treasury sebagian besar stabil setelah melonjak pada Jumat.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,56 persen dari 4,55 persen pada akhir Jumat.

Di pasar saham luar negeri, indeks di Eropa sedikit lebih rendah setelah kerugian tajam di Asia.

Nikkei 225 Jepang turun 3,8 persen setelah pemerintah Jepang merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan kuartal pertama menjadi 1,8 persen, turun dari perkiraan awal 2,1 persen.

>>> IAEA: Program Kapal Selam Nuklir Korea Selatan Tak Picu Kekhawatiran Proliferasi

Saham di Shanghai turun 1,7 persen dan di Hong Kong turun 1,2 persen.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru