Nintendo menyelesaikan sengketa panjang di Prancis terkait masalah Joy-Con drift pada Switch generasi pertama.
Perusahaan setuju membayar denda €35 juta (sekitar $40 juta) kepada badan perlindungan konsumen Prancis, DGCCRF.
>>> Terpopuler: 8 HP Kamera Bulat Tengah Bergaya Premium, HP 5G Terbaik Juni 2026
Regulator Prancis menuduh Nintendo melakukan praktik komersial yang menyesatkan dan obsolesensi terencana. Investigasi menemukan bahwa Nintendo sudah mengetahui masalah drift sejak 2018.
Drift adalah kondisi di mana stik analog pada pengontrol merekam gerakan hantu tanpa input pemain. Namun, perusahaan baru memberi tahu konsumen secara resmi pada 2020.
Karena Nintendo bungkam, banyak pemain memilih membeli pengontrol baru daripada memanfaatkan program perbaikan gratis. Hal ini memperkuat tuduhan praktik yang merugikan konsumen.
Nintendo Membantah Kesalahan
Meskipun membayar denda besar, Nintendo tetap pada pendiriannya. Dalam pernyataan kepada Le Monde, perusahaan membantah sengaja menyesatkan pembeli.
Nintendo menegaskan bahwa denda tersebut bukan merupakan pengakuan bersalah. Pembayaran hanya mencerminkan penyelesaian proses hukum secara damai.
Laporan keuangan terbaru Nintendo menunjukkan kerugian litigasi sebesar ¥6,4 miliar, yang mengonfirmasi penyelesaian ini di neraca perusahaan.
Joy-Con drift adalah cacat perangkat keras yang menjadi masalah besar bagi 155 juta pengguna Switch.
Investigasi kelompok konsumen sebelumnya mengaitkan drift dengan keausan cepat pada papan sirkuit plastik slider stik.
Nintendo diam-diam merevisi model Joy-Con yang lebih baru untuk mengurangi keausan. Namun, perusahaan secara historis enggan membahas perubahan perangkat keras secara detail.
>>> Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Bawa Baterai Sama dengan Pendahulunya
Kabar baiknya, Nintendo tampaknya belajar dari kesalahan ini. Switch 2 yang sudah beredar selama setahun belum melaporkan masalah drift secara luas pada konsol terbaru tersebut.